Copas Lama

Maret 6, 2011

Mungkin tulisan ini sudah sangat lama sekali beredar di dunia maya terutama di dunia blogger. Tidak ada maksud apapun dari saya saat copy tulisan tersebut di blog saya insya Allah..karena di situs blognya juga tidak ada larangan untuk meng copy tulisan dimaksud..semoga bermanfaat buat saya sendiri… Amiiin

( sumber : http://pkswatch.blogspot.com )

Catatan seorang simpatisan kepada gerakan dakwah Ikhwan, atas dasar cinta pada dakwah yang lurus dan istiqomah di jalan Allah dan manhaj dari para nabi.

Selamat Tinggal PKS dan PKSWatch

Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita memujiNya, minta tolong padaNya, mohon ampun padaNya dan bertaubat hanya padaNya. Shalawat dan salam untuk qudwah kita Muhammad Rasulullah shallalLahu ‘alaihi wassalam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang setia kepadanya hingga hari kiamat. Baca entri selengkapnya »


Hujjah terbesar Allah telah diberikan kepadamu

Desember 14, 2010

Salah seorang diantara murid Al Harits Al Muhasibi pernah bertanya kepada beliau : “Kenapa aku bersedih terhadap ilmu yang tidak berhasil aku pahami, tetapi aku tidak juga mengamalkan yang berhasil aku pahami??

Beliau menjawab :”karena engkau tidak takut besarnya hujjah Allah kepada dirimu terhadap yang engkau ketahui, sehingga engkau menyia nyiakan amalan kepada Allah yang Dia waajibkan kepadamu. Engkau tidak bertekad kuat untuk mempersembahkan amalan dari ilmu yang telah engkau pahami dalam sebuah praktek yang bisa mengembangkan ilmu tersebut. Hendaknya engkau mengamalkan ilmu yang telah engkau ketahui, sehingga hujjah terbesar Allah telah diberikan kepadamu. Karena menyia nyiakan hak Allah dalam keadaan engkau tidak mengetahuinya itu lebih baik daripada menyia nyiakan hak Allah sementara engkau mengetahuinya.” Baca entri selengkapnya »


Pribadi Terbaik Umat Ini

Oktober 22, 2010

Ungkapan Al Haris Al Muhasibi yang cemerlang adalah : “ilmu itu melahirkan kekhawatiran (rasa takut kepada Allah), sementara sikap zuhud melahirkan ketenteraman dan ma’rifat itu melahirkan kepasrahan. Yang terbaik di antara umat ini adalah yang tidak disibukkan oleh akhirat mereka sehingga lupa dunia dan tidak disibukkan oleh dunia sehingga lupa akhirat.”

*****

Pernyataan tersebut salah satu penjabaran hakikat ma’rifat dan jalan hidup sebagaimana yang dijalani oleh generasi terbaik umat ini yakni para salafush shalih/pendahulu umat ini yang shalih, yakni tercermin dari ilmu, amal dan perniagaan yang mereka kerjakan. Kita harus memahami betul masih masing dari hal tersbut sehingga kita bisa mengamalkannya. Baca entri selengkapnya »


Tawakkal

Oktober 18, 2010

Muhammad bin Abi ‘Imron menegaskan :”Aku pernah mendengar Hatim Al Ashom ditanya oleh seorang lelaki:’atas dasar apa engkau mendasari urusanmu sendiri saat bertawakkal kepada Allah?’ Beliau menjawab:’Di atas empat perkara, Pertama, aku tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan oleh orang lain, sehingga aku merasa tenang karenanya. Kedua, aku tahu bahwa amalanku tidak akan bisa dikerjakan orang lain, sehingga aku sibuk mengerjakannya. Ketiga, aku tahu bahwa kematian itu bisa datang dengan tiba tiba, sehingga aku segera beramal. Keempat, aku tahu bahwa aku tidak akan lepas dari pandangan Allah dimana pun aku berada, sehingga aku merasa malu karenanya.” Baca entri selengkapnya »


Aku Mencintai Manusia Seluruhnya

Agustus 24, 2010

Hatim Al Asham mengungkapkan : “Aku melihat manusia, maka ada seseorang yang aku sukai dan ada pula yang aku benci, yang aku sukai ternyata tidak memberiku apa apa, sedangkan yang kubenci juga tidak mengambil apa apa dari diriku. Kemudian aku berkata kepada diriku sendiri, ‘Darimana engkau mendapatkan perasaan suka dan benci semacam itu?’ aku berpikir dan memandang diriku sendiri, ternyata semua itu berasal dari rasa dengki. Lalu aku buang rasa dengki itu dari hatiku, sehingga aku dapat mencintai semua manusia.

=====

Inilah pandangan seorang pendahulu kita yang shalih terhadap persoalan berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesamanya, sehubungan dengan adanya seseorang yang menjadi teman dan yang menjadi musuh, yang kemudian memunculkan pertanyaan apakah seorang teman dapat memberikan manfaat kepada temannya tanpa pemberian Allah, tanpa rahmat Allah kepadanya? apakah seorang musuh juga dapat merampas sesuatu yang telah diberikan Allah kepadanya , mencelakakannya dirinya, tanpa izin Nya? Baca entri selengkapnya »


Akhirnya, kebajikan yang kujadikan teman

Agustus 23, 2010

Hatim Al Asham mengungkapkan : “Aku melihat setiap orang memiliki teman tempat membuka rahasia dan berbagi rasa. Aku bertanya pada diriku sendiri, ‘siapakah temanku? setiap teman dan saudara telah kulihat sebelum mati, aku ingin mencari teman yang akan kubawa sampai sesudah mati, maka aku mengambil kebajikan sebagai teman untuk menemaniku hingga hari kiamat nanti, turut bersamaku meniti Ash Shirath lalu menegakkan tubuhku dihadapan Allah Azza Wa Jalla.

========

Alangkah bagusnya teman yang dipilih oleh Hatim, beliau memandang bahwa semua teman di dunia ini hanyalah teman semasa hidup, semasa kaya dan semasa memiliki kemudahan. Setelah itu, mereka tidak bisa menjadi teman lagi dan tidak diperlukan lagi, bahkan boleh jadi menjadi musuh musuh yang akan menjerumuskannya kepada murka Allah. Sebagian orang mencari teman sebanyak banyaknya dengan anggapan akan berguna buat mereka dan akan dapat menolong mereka, tetapi sebagian besar dari mereka pasti akan berhenti dengan habisnya masa hidup, setelah itu manusia akan kembali sendirian, mempertanggungjawabkan apa yang telah ia perbuat, dihisab terhadap apa yang telah dilakukannya, tiada yang akan menjadi teman yang akan dapat menolongnya. Allah berfirman :

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak anaknya, (Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya)” (‘Abasa : 34 -37) Baca entri selengkapnya »


Empat Malapetaka

Agustus 18, 2010

Muhammad bin Fadhal As Sarmanqandi menceritakan :

“Lenyapnya ajaran Islam karena empat bencana, yakni Pertama, ketika umat Islam tidak mengamalkan apa yang mereka ketahui. Kedua Ketika umat Islam mengamalkan apa yang tidak mereka ketahui. Ketiga Ketika umat Islam tidak mempelajari apa yang mereka tidak ketahui. Keempat Ketika mereka mencegah orang lain untuk belajar.

==============

Para Generasi terbaik umat Islam, generasi salafush shalih, para generasi terdahulu yang shalih memperingatkan bahaya hilangnya ajaran Islam. Padahal mereka sangat paham dan mengetahui bahwa Islam dengan dasar dasarnya yang berasal dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah pasti akan senantiasa terpelihara dengan jaminan dari Allah, dengan segala karakteristiknya dan nilai kebenarannya akan terjaga hingga akhir jaman. Namun mereka khawatir dan memperingatkan akan hilangnya pengaruh Islam dalam kehidupan umat manusia, takut manakala umat Islam tidak tahu bagaimana menerapkan ajaran Islam, lalu tidak lagi mengamalkannya, yakni ketika berbagai perbuatan maksiat dan dosa sudah tersebar luas dan dianggap sebagai hal kebiasaan. Baca entri selengkapnya »


Lebih Baik Dari Mutiara

Agustus 16, 2010

Yahya bin Abi Katsier mengungkapkan : “Pusaka Ilmu lebih baik daripada pusaka emas. Keyakinan yang tulus itu lebih baik daripada mutiara.”

Itulah perbandingan yang tepat antara ilmu dengan harta. Namun artinya bukanlah mengutamakan kemiskinan tau menjauhkan diri dari sarana dan prasarana hidup, yang tulang punggungnya adalah harta. Namun artinya adalah bahwa orang tua hendaknya menumbuhkan dalam hati dan mencanangkan prinsip pentingnya ilmu karena itu adalah pusaka / warisan tertinggi untuk anak anaknya. Agar mereka tidak memandang ilmu sebelah mata dan tidak menganggap remeh dalam kehidupannya dan agar tidak menganggap bahwa yang paling penting bagi mereka adalah mewariskan kepada anak anak mereka harta kekayaan dan emas permata yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Baca entri selengkapnya »


Yang Kenikmatannya Tak Pernah Putus

Agustus 13, 2010

Diantara pesan Muhammad bin Ali AT Tirmidzi adalah : “Arahkan pantauanmu kepada Yang pandangan Nya kepadamu tak pernah lepas. Berikan rasa syukurmu kepada Yang kenikmatan Nya kepadamu tak pernah putus. Persembahkan ketundukanmu kepada Yang kekuasaan dan kekuatan Nya tak pernah sirna.”

Ketika seorang manusia meletakkan dirinya dalam barometer keadilan, memikirkan hakikat keberadaannya di alam nyata ini, pasti ia akan dapat mengetahui kepada siapa dia akan memberikan loyalitas dan orientasi hidupnya, siapa pula yang berhak mendapatkan cinta, keikhlasan dan rasa syukurnya. Karena ia adalah makhluk yang memiliki Pencipta yang Maha Bijaksana, Pemberi rezeki yang Maha Mulia, yang selalu melimpahkan karunia kepadanya, selalu memberinya sebelum ia meminta, memeliharanya siang dan malam, menundukkan baginya segala yang ada di langit dan di bumi, membiarkannya bila berbuat maksiat namun senantiasa menerimanya manakala bertaubat, memperbanyak kepadanya pahala bia ia taat dan menambahkannya lagi bila dia bersyukur, memperingatkannya bila ia lupa.Maka siapa lagi yang lebih berhak untuk ia syukuri dan ia berikan rasa tunduk kecuali daripada Nya? Baca entri selengkapnya »


Sedangkan mereka merasa aman dengan dosanya sendiri

Agustus 12, 2010

Seorang tabi’in yang agung, Rabi’ bin Khutsaim berada dalam suatu majelis. Beliau mendengar seorang membicarakan dan menyebut nyebut keburukan orang lain, lalu mereka bertanya kepada beliau tentang pendapat beliau, maka beliau menjawab : “Adapun aku tidak rela jika diriku lupa mengingat diriku, lalu mengingat orang lain. Sesungguhnya manusia takut kepada Allah atas dosa yang dikerjakan oleh orang lain, sedang mereka merasa aman dengan dosanya sendiri.

******

Sebuah pelajaran yang sangat baik dari perkataan beliau. Itulah problem yang betul betul serius pada setiap masa dan masyarakat, seseorang melihat aib orang lain namun tidak melihat aibnya diri sendiri, mengkritik orang agar berakhlak baik namun menutup mata terhadap akhlaknya sendiri. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.