Februari 28, 2007
Nasehat Asy Syaikh Al Albani
Berkata Syaikh kami yang mulia, al-Muhaddits al-Ashr al-Mujaddid al-Faqih Muhammad Nashirudin al-Albani -Rahimahullah- di dalam kaset Silsilah al-Huda wan Nur ash-Shouthiyah no 784 side A, sebagai berikut : “Syuf (perhatikan) wahai saudaraku! Aku menasehatkanmu dan para pemuda lainnya yang berada di jalan munharif (menyeleweng) sebagaimana tampak pada kami, wallahu a’lam, untuk tidak membuang-buang waktumu untuk mencela satu dengan lainnya dan sibuk dengan mengatakan fulan begini dan fulan berkata begitu. Dikarenakan, pertama, hal ini tidaklah termasuk ilmu sama sekali, dan yang kedua, uslub (cara) ini akan merasuk ke dada dan menyebabkan kedengkian serta kebencian di dalam hati. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Februari 27, 2007
Syaikh Muqbil bin Hadi – Cahaya Sunnah dari Yaman
Nama dan Nasabnya
Beliau adalah Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Abu Abdirrahman Muqbil bin Hadi bin Qayidah Al-Hamdany Al-Wadi’I Al-Khilaly rahimahullah.
Kelahirannya
Beliau rahimahullah dilahirkan pada tahun 1352 H di Damaj Yaman di sebuah lingkungan Zaidiyah (Salah satu sekte Syi’ah) yang bercirikan tasawuf, mu’tazilah, dan berbagai bid’ah lainnya.
Pertumbuhan Ilmiahnya
Beliau rahimahullah memulai pelajarannya di Maktab di sebuah desa yang bernama Al-Wathan Damaj Yaman beberapa lama kemudian berhenti karena tidak ada yang membantunya belajar.
Kemudian beliau safar ke Riyadh Saudi Arabia dan tinggal di sana sekitar sebulan setengah. Ketika cuaca Riyadh berubah maka beliau berangkat ke Makkah. Beliau meminta petunjuk kepada sebagian penceramah tentang kitab-kitab yang bermanfaat yang akan beliau beli, maka beliau dinasehati agar membeli kitab Shahih Bukhari, Bulughul Maram, Riyadhush Shalihin, dan Fathul Majid. Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Februari 27, 2007
Imam Ahmad bin Hambal, Siapa Tidak Kenal??
Setiap kali membaca biografi Ahmad bin Hambal, kita akan bertemu dengan sosok yang gigih dalam membela sifat-sifat Allah yang haq, meskipun beliau disiksa bertahun -tahun lamanya. Tidak gentar, tidak berpaling, dan tidak mengerahkan murid-muridnya untuk melawan penguasa, tetapi malah selalu mendoakan pemimpin (meski mereka amat sangat zalim sekali), sebagaimana beliau pernah berkata, “Sekiranya saya memiliki doa yang pasti terkabul, tentu doa itu kutujukan untuk pemimpin”.
Nasab dan Kelahirannya
Beliau adalah Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal. Nasab beliau bertemu dengan nasab RasuluLlah sholaLlahu a’laihi wasallam pada diri Nizar bin Ma’d bin ‘Adnan. Yang berarti bertemu nasab pula dengan nabi Ibrahim ‘alaihissalam.
Ketika beliau masih dalam kandungan, orang tua beliau pindah dari kota Marwa-tempat tinggal sang ayah-, ke kota Baghdad. Di kota itulah beliau dilahirkan, tepatnya pada bulan Rabi’ul Awwal 164H. Ayah beliau, Muhammad, meninggal dalam usia muda, 30 tahun, ketika beliau baru berumur 3 tahun. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Februari 27, 2007
Ibnu Taimiyah, Dai dan Mujahid Besar
Demi Allah, tidaklah benci kepada Ibnu Taimiyah melainkah orang yang bodoh atau pengikut hawa nafsu. Qodhinya para qadhi Abdul Bar As-Subky
NAMA DAN NASAB
Beliau adalah imam, Qudwah, `Alim, Zahid dan Da`i ila Allah, baik dengan kata, tindakan, kesabaran maupun jihadnya; Syaikhul Islam, Mufti Anam, pembela dinullah daan penghidup sunah Rasul shalallahu`alaihi wa sallam yang telah dimatikan oleh banyak orang, Ahmad bin Abdis Salam bin Abdillah bin Al-Khidhir bin Muhammad bin Taimiyah An-Numairy Al-Harrany Ad-Dimasyqy. Lahir di Harran, salah satu kota induk di Jazirah Arabia yang terletak antara sungai Dajalah (Tigris) dengan Efrat, pada hari Senin 10 Rabiu`ul Awal tahun 661H.
Beliau berhijrah ke Damasyq (Damsyik) bersama orang tua dan keluarganya ketika umurnya masih kecil, disebabkan serbuan tentara Tartar atas negerinyaa. Mereka menempuh perjalanan hijrah pada malam hari dengan menyeret sebuah gerobak besar yang dipenuhi dengan kitab-kitab ilmu, bukan barang-barang perhiasan atau harta benda, tanpa ada seekor binatang tunggangan-pun pada mereka. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Februari 26, 2007
Imam Syafi’i
Penulis: Abu Auf Abdurrahman Attamimi
Nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris. Beliau dilahirkan di Gaza, Palestina, tahun 150 H, dan ayahnya meninggal ketika masih bayi, sehingga beliau hanya dipelihara oleh ibunya yang berasal dari Qabilah Azad dari Yaman. Diwaktu kecil Imam Syafii hidup dalam kemiskinan dan penderitaan sebagai anak yatim dalam “dekapan” ibundanya . Oleh karena itu ibunya berpendapat agar sebaiknya beliau (yang ketika itu masih kecil) dipindahkan saja ke Makkah (untuk hidup bersama keluarga beliau disana). Maka ketika berusia 2 tahun beliau dibawa ibundanya pindah ke Makkah.
Imam Syafi’i rahimahullah dilahirkan bertepatan dengan meninggalnya Imam Abu Hanifah oleh karena itu orang-orang berkata : “telah meninggal Imam dan lahirlah Imam”. Pada usia 7 tahun beliau telah menghafal Al Qur’an. Dan suatu sifat dari Imam Safi’i adalah, jika beliau melihat temannya diberi pelajaran oleh gurunya, maka pelajaran yang dipelajari oleh temannya itu dapat beliau pahami. Demikian pula jika ada orang yang membacakan buku dihadapan Imam Syafi’i, lalu beliau mendengarkannya, secara spontan beliau dapat menghafalnya. Sehingga kata gurunya : “Engkau tak perlu belajar lagi di sini (lantaran kecerdasan dan kemampuan beliau untuk menyerap dan menghafal ilmu dengan hanya mendengarkan saja)”. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Februari 8, 2007
HARAMNYA KELUAR UNTUK MEMBERONTAK TERHADAP PEMIMPIN KAUM MUSLIMIN.
Oleh : Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan
Dan diantara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah haramnya keluar untuk memberontak terhadap pemimpin kaum muslimin apabila mereka melakukan hal-hal yang menyimpang, selama hal tersebut tidak termasuk amalan kufur. Hal ini sesuai dengan perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang wajibnya ta’at kepada mereka dalam hal-hal yang bukan ma’shiyat dan selama belum tampak pada mereka kekafiran yang jelas. Berlainan dengan Mu’tazilah yang mewajibkan keluar dari kepemimpinan para imam/pemimpin yang melakukan dosa besar walaupun belum termasuk amalan kufur dan mereka memandang hal tersebut sebagai amar ma’ruf nahi munkar. Sedang pada kenyataannya, keyakinan Mu’tazilah seperti ini merupakan kemunkaran yang besar karena menuntut adanya bahaya-bahaya yang besar baik berupa kericuhan, keributan, perpecahan dan kerawanan dari pihak musuh.
[Disalin dari buku Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah oleh Syaikh Dr Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan, terbitan Dar Al-Gasem PO Box 6373 Riyadh Saudi Arabia, penerjemah Abu Aasia]
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Februari 8, 2007
Perintah Ittiba dan Larangan Taqlid
Telah masyhur di kalangan kita bahwa sebagian besar manusia dalam menjalankan agamanya hanya mengikuti apa-apa yang di ajarkan oleh Kyai-kyainya, atau Ustadznya tanpa mengikuti dalil-dalil yang jelas dari agama ini. Mengikuti di sini yang dimaksudkan adalah mengikuti tanpa dasar ilmu. Mereka hanya manut saja apa kata Sang Kyai atau Sang Ustadz, seolah apa yang mereka katakan pasti benar. Di sini kita melihat kebenaran hanya diukur oleh ucapan-ucapan kyai/ustadz tersebut tanpa melakukan pengecekan terhadap dasar ucapan mereka. Mereka tidak mengecek apakah sumbernya dari Rasulullah shalallahu ‘ alaihi wa sallam, atau hanya bersumber dari hadits-hadits yang lemah, atau lebih fatal lagi bila bersumber dari hadits yang palsu. Inilah sesungguhnya Hakekat dari Taklid. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Februari 7, 2007
Bolehkah mengatakan Fulan Syahid?
Ditulis oleh abusalma di/pada Januari 10th, 2007
APAKAH BOLEH MEMUTLAKKAN (GELAR) SYAHID KEPADA SESEORANG TERTENTU (MU’AYAN) DAN DIKATAKAN ASY-SYAHID FULAN
Ditanya yang mulia Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin :
Apakah boleh memutlakkan (gelar) Syahid kepada peseorangan tertentu dan dikatakan asy-Syahid Fulan?
Jawaban tertanggal 27-05-2003 pukul 09.39
Asy-Syaikh menjawab :
Tidak diperkenankan bagi kita mempersaksikan kepada perseorangan tertentu (mu’ayan) dengan menyatakan ia syahid, hingga sekalipun orang itu mati terbunuh dengan cara didhalimi atau ia mati dalam keadaan mempertahankan kebenaran, tidak diperkenankan kita mengatakan Fulan Syahid. Walaupun hal ini menyelisihi dengan apa yang ada pada manusia hari ini, yang mereka mempermudah pemberian syahadah (kesaksian syahid) ini dan mereka jadikan tiap-tiap orang yang terbunuh walaupun ia mati terbunuh dalam cabang kejahiliyahan, dengan tetap menggelari mereka dengan syahid. Hal ini adalah haram, karena perkataanmu terhadap seseorang yang terbunuh dengan (sangkaan) syahid memerlukan syahadah (persaksian) yang kelak engkau akan ditanya tentangnya pada hari kiamat dan juga kelak dikatakan kepadamu, apakah engkau memiliki ilmu (pengetahuan) bahwasanya ia terbunuh dalam keadaan syahid? Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Februari 1, 2007
Riya’ datang…setelah amal selesai…
Januari 4th, 2007 pada 5:04 adalah (Aqidah)
Penulis : Abu Ishaq
Bismillah alhamdulillah washshalaatu wassalaamu ‘ala rasulillah
Riya’ merupakan mashdar dari raa-a yuraa-i yang maknanya adalah melakukan suatu amalan agar orang lain bisa melihatnya kemudian memuji. Termasuk ke dalam riya’ juga yaitu sum’ah, yakni agar orang lain mendengar apa yang kita lakukan lalu kitapun dipuji dan tenar.
Riya’ dan semua derivatnya itu merupakan akhlaq yang tercela dan merupakan sifat orang-orang munafiq. Allah berfirman:
“Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit sekali.” (An-Nisaa’: 142) Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza