Macam-macam Riya’

Juni 25, 2007

Macam-Macam Riya’

Ketahuilah wahai kaum Muslimin hamba hamba Allah ! Riya’ mengalir pada diri setiap manusia (keturunan Adam) melalui aliran darah. Tujuannya untuk mengusik dan membuyarkan semua amal perbuatan mereka. Riya’ ini sangat banyak macamnya. Antara lain :

Riya’ Badani (Fisik)

Para ahli agama (ahlu ad diin) biasanya menampakkan badan yang kurus dan pucat, agar mereka dilihat oleh manusia bahwa merena adalah hamba yang rajin beribadah. Dan memberikan asumsi umum bahwa mereka telah disibukkan oleh urusan akhirat.

Mereka juga berusaha memperlihatkan kepada manusia rambut mereka acak acakan untuk menunjukkan bahwa mereka seolah olah orang yang sangat sibuk memperhatikan urusan agama sehingga lupa mengurus dan memperhatikan kerapihan diri sendiri. Baca entri selengkapnya »


Bagian-Bagian Riya’

Juni 22, 2007

Bagian-Bagian Riya’

Ketahuilah wahai hamba yang taat, yang hatinya telah diberikan cahaya keikhlasan oleh Allah, bahwa riya’ banyak macamnya. Riya’ yahg satu berbeda dbegab riya’ lainnya, karena riya’ memiliki beberapa tingkatan

1. Tujuan seorang hamba bukan karena Allah. Akan tetapi ia berbuat ingin agar dikenal manusia, karenanya ia melakukan hal itu.

Seperti orang yang melakukan shalat di hadapan manusia atau sekitarnya, di saat sendirian ia tidak mau menegakkan shalat. Riya’ kategori ini merupakan bagian dari kemunafikan dan akan meragukan keimanan. Baca entri selengkapnya »


Prestasi Manusia

Juni 21, 2007

Prestasi Manusia

Bagi seorang Muslim, memahami untuk apa dan harus menjadi apa dia dalam hidup ini adalah sebuah kepastian. Hal tersebut seterusnya akan membantunya memilih jenis karya besar apa yang seharusnya ia persembahan kepada Sang Khalik, yang dalam manifestasinya akan menyita seluruh waktu hidup miliknya. persoalan tersebut merupakan bingkai dari seluruh warna lukisan kehidupan. Ia akan menjadi parameter dalam bermuhasabbah, sumber inspirasi dalam melangkah, sebagai tenaga manakala dihadang rasa lelah dan teman setia tatkala sendirian. Dia akan mengenali jati dirinya dari perenungan yang mendalam terhadap ayat : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu” (adz Dzariyat : 56).

Berkaitan dengan ayat itu, Ibnu ‘Abbas-Radhiyallahu’anhum dan Ibnu Jarir Ath Thabari-Rahimahullah menyatakan bahwa hidup adalah menetapkan peribadatan kepada Allah sebagai konsekuensi pentauhidan kita terhadap UlluhiyyahNya, baik suka maupun terpaksa. Hal ini merupakan puncak ketundukan (Khudu’) dan perendahan diri (Tadzalul) dari seorang hamba, simpul dari serangkaian perenungan bahwasannya masalah hidup setelah kematian adalah hal yang sangat besar dan sangat penting dalam hidup karena kepadaNyalah segalanya akan bermuara. Sehingga bagi seorang muslim, menjadi ahlu ibadah (‘abid) adalah puncak dambaan karena memang tidak ada pilihan lain. Ahlu ibadah yang benar-benar berpegang teguh kepada ilmu dan kebenaran. Hal itu tentulah bukan berarti mengesampingkan bagian dunianya yang telah ditetapkan oleh Allah, sehingga ia merupakan muslim yang berjalan di muka bumi ini, tapi hati dan akalnya terikat dengan kehidupan kekalnya. Ia mengikatkan diri dengan ketentuan syari’at dalam setiap aktifitas kehidupannya. Baca entri selengkapnya »


Walau pun Pahit

Juni 12, 2007

Walau pun Pahit

Sahabat yang agung Abu Dzar Al Ghiffari telah menyampaikan kepada kita wasiat yang menyeluruh dari penutup para nabi, yakni Nabi Muhammad S.A.W. Ia mengatakan : “Kekasihku Muhammad S.A.W telah memerintahkan kepadaku tujuh perkara :
1. Mencintai orang miskin dan mendekati mereka

2. Melihat orang yang dibawahku dan tidak melihat orang yang diatasku dalam hal dunia.
3. Menyambung hubungan silaturrahim sekalipun sudah diputus
4. Agar aku tidak meminta minta kepada siapapun
5. Mengatakan yang benar walaupun pahit.
6. Tidak takut dengan celaan orang yang suka mencela.

7. Banyak membaca la haula wa laa quuwwata illa billah karena ini adalah perbendaharaan jannah
(H.R. Imam Ahmad dalam Musnad nya, Jilid : 5/ Hal :159)

Masing-masing wasiat yang berharga tersebut membutuhkan pemahaman, renungan dan pengertian akan batasan-batasan dan bagaimana pengaruhnya dalam mewujudkan kemaslahatan pribadi dan masyarakat. Akan tetapi dalam pembahasan ini, difokuskan pada dua hal saja yang memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat yaitu : mengatakan yang benar walaupun pahit dan tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela. Baca entri selengkapnya »


Proyek Gedung Keuangan Terindikasi Korupsi

Juni 6, 2007

Audit Investigatif SAK BRR NAD-Nias
Proyek Gedung Keuangan Negara Banda Aceh Terindikasi Korupsi

BANDA ACEH – Satuan Antikorupsi (SAK) BRR NAD-Nias dalam laporan hasil audit investigatifnya menemukan adanya dugaan telah terjadinya tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 931.942.600 pada proyek pembangunan Gedung Keuangan Negara (GKN) tahap I senilai Rp 8,190 miliar yang dilaksanakan tahun 2006.

Selain pada proses pembangunan, dugaan dan indikasi serupa juga terjadi pada kegiatan perencanaan gedung. Dalam pelaksanaan perencanaan GKN itu, SAK BRR menduga telah terjadi indikasi tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya senilai Rp 393.390.000 dari pagu kontraknya Rp 1,120 miliar. Deputi Pengawasan BRR NAD-Nias, Ramli Ibrahim yang dimintai konfirmasinya menyangkut temuan SAK BRR NAD-Nias tersebut mengatakan, pelaksanaan pembangunan GKN itu dilakukan bertahap. Tahap I dilaksanakan tahun 2006 lalu dan tahap II dilanjutkan tahun 2007. Ramli mengakui SAK BRR ada melaporkan kepada Ketua Bapel dan Deputi Pengawasan menyangkut hasil audit investigatifnya terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan GKN. Ramli membantah informasi yang menyebutkan bahwa Kepala Satuan Antikorupsi BRR, Achmad M M Jogasara tak melanjutkan kontrak kerjanya di BRR karena temuannya kurang direspon dan mendapat tekanan. “Bukan karena itu, tetapi ia sendiri tidak bersedia lagi melanjutkan kontrak kerjanya dengan BRR,” ujar Ramli. Menurut Ramli, untuk menggantikan posisi Achmad M M Jogasara, BRR kini sedang melakukan fit and profer test terhadap lima orang yang telah memasukkan permohonan, termasuk sejumlah auditor senior dari BPKP. Baca entri selengkapnya »


Mukadimah Syeikh

Juni 6, 2007

Mukadimah

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah, tempat kami memuji dan memohon pertolongan serta ampunan. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan yang datang dari dalam diri kami dan amal perbuatan kami. Siapa saja yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorangpun dapat menyesatkannya. Demikian pula orang yang telah disesatkan oleh Allah, maka tidak seorangpun dapat memberi petunjuk kepadanya. Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Dzat Yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagiNya. Dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba serta utusanNya.
Amma ba’du.

Konsep (Manhaj) transendental Islami yang paling adung untuk mendidik dan mensucikan jiwa adalah dengan menautkan antara setiap (suluk) lahiriah, faktor-faktor perasaan, dengan tali keimanan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Hari Kiamat. Baca entri selengkapnya »


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.