Macam-Macam Riya’
Ketahuilah wahai kaum Muslimin hamba hamba Allah ! Riya’ mengalir pada diri setiap manusia (keturunan Adam) melalui aliran darah. Tujuannya untuk mengusik dan membuyarkan semua amal perbuatan mereka. Riya’ ini sangat banyak macamnya. Antara lain :
Riya’ Badani (Fisik)
Para ahli agama (ahlu ad diin) biasanya menampakkan badan yang kurus dan pucat, agar mereka dilihat oleh manusia bahwa merena adalah hamba yang rajin beribadah. Dan memberikan asumsi umum bahwa mereka telah disibukkan oleh urusan akhirat.
Mereka juga berusaha memperlihatkan kepada manusia rambut mereka acak acakan untuk menunjukkan bahwa mereka seolah olah orang yang sangat sibuk memperhatikan urusan agama sehingga lupa mengurus dan memperhatikan kerapihan diri sendiri.
Riya’ fisik dapat juga ditunjukkan dengan menurunkan volume suara, memejamkan kedua mata, mengeringkan kedua bibir untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka orang yang selalu berpuasa. Silahkan anda analogikan dengan hal hal yang serupa.
Para ahli dunia (ahlu ad dunya) melakukan riya’ dengan menampakkan tubuh yang gemuk dan sehat, warna kulit yang bersih, ketegapan berdiri, wajah yang ceria, kebersihan badan dan memperindah perkataan, untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka adalah orang yang pintar (fasih) dalam bertutur kata.
Mereka ini adalah orang yang dikatakan Allah seperti dalam FirmanNya :
“Dan Apabila kamu melihat mereka, tubuh tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan mereka. Mereka adalah seakan akan kayu yang tersandar. Mereka mengira tiap tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka, mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran).” (Al Munafiqun :4)
Riya’ dalam berpakaian
Para penganut agama, mereka memakai pakaian sufi yang terkesan sangat kumal untuk menunjukkan kezuhudan mereka. Sebagian mereka juga memakai satu jenis pakaian khusus agar orang menyebutnya sebagai ulama. Ketika ia memakai pakaian tersebut orang pun menganggapnya sebagai ulama.
Adapun para ahlu dunia, riya’ mereka ditunjukkan dengan pakaian yang indah, kendaraan yang bagus dan rumah rumah mewah.
Riya’ dalam Perkataan
Para ahli agama, riya’ mereka terlihat pada hafalan hadist dan atsar, karena ingin bergaul dan berdiskusi dengan para ulama dan mengibuli orang orang bodoh, sehingga mereka merasa bahwa merekalah orang yang lebih tinggi kedudukannya di mata manusia.
Merendahkan dan mengeraskan suara ketika membaca Al Qur’an untuk menunjukkan ketakutan atau kekhawatiran dan kegelisahan dan lain sebagainya, juga merupakan bagian dari riya’. Wallahu a’lam
Para ahli dunia, riya’ mereka terlihat dengan menghafal bait bait syair, kata mutiara, mendalami tata bahasa dan sastra dalam percakapan dan terus menerus terlibat dalam pembicaraan.
Riya’ dalam Amal Perbuatan
Para ahli agama melakukan riya’ seperti orang shalat yang memperpanjang waktu berdiri, memperpanjang ruku’ dan sujud, memperlihatkan ke khusu’an dan ketundukan, dan memperindah shalatnya kalau mengetahui bahwa ada orang yang sedang memperhatikannya.
Adapun ahli dunia melakukan riya’ dengan sikap arogansi, kesombongan, mendekatkan langkah, memperindah pakaian untuk mendapatkan kehormatan yang mereka dambakan.
Riya’ dengan Para Shahabat dan Kerabat
Para ahli agama melakukan riya’ seperti misalnya orang yang mempersiapkan sebuah kunjungan seorang alim ulama, agar orang orang mengetahui bahwa si alim Fulan telah mengunjungi kediamannya.
Sebagian mereka melakukan riya’ dengan menunjukkan bahwa guru mereka banyak sekali agar ada asumsi dari masyarakat bahwa mereka telah bertemu dengan banyak guru, dan telah diberi ijazah oleh banyak guru.
Kita bermohon keselamatan kepada Allah.
Wahai hamba yang hina ! Ini adalah beberapa hal yang sering ditampakkan oleh seorang yang riya’, menjadi nafas para pelaku kebathilan, sesekali mencari pujian, popularitas dan lain sebagainya.
Ya Allah, Jangan Engkau gundahkan hati kami, setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Janganlah Engkau jadikan perbuatan kami hanya untuk mengikuti hawa nafsu dan syahwat.
di lebih baguskan lagi za…………
Saya sangat berterima kasih atas tulisannya, semoga dapat berkah abusyadza, dapat menjadi motivasi bagi saya untuk menulis apa saja yang dapat di manfaatkan orang lain.