1. Masalah Persediaan
Pada akhir periode pelaporan, suatu Satuan Kerja (petugas persediaan) menyajikan nilai persediaan dalam neraca yang diperoleh dari kartu persediaan. Apakah penyajian tersebut sudah sesuai dengan SAP?
Menurut PSAP 05 paragraf 16 disebutkan bahwa pada akhir periode akuntansi, persediaan dicatat berdasarkan hasil inventarsasi fisik. Apabila penyajian nilai persediaan tidak berdasarkan pada inventarisasi fisik (stock opname) atas persediaan maka hal ini bertentangan dengan SAP. Kartu persediaan hanya digunakan sebagai pembanding.
2. Masalah Biaya Pemeliharaan Atas Aset
Dep A memiliki gedung sekolah. Tiap tahun dilakukan pemeliharaan atas gedung sekolah tersebut. Apabila pemeliharaan atas aset gedung sekolah dibebankan pada belanja modal yang menambah nilai aset, bagaimana pencatatannya?
PSAP 07 par 50-52 tttg pengeluaran setelah perolehan (subsequent expenditure), pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada nilai tercatat aset yang bersangkutan.
Apabila belanja pemeliharaan tersebut memenuhi unsur-unsur pengeluaran setelah perolehan di atas, maka belanja tersebut sudah tepat dianggarkan dalam belanja modal.
Secara akuntansi, belanja pemeliharaan tersebut harus dikapitalisasi.
Adapun pencatatan penambahan nilai asetnya adalah:
Gedung dan bangunan xxx (D)
Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx (K)
3. Masalah Kapitalisasi Atas Belanja Pemeliharaan
Kapan suatu belanja pemeliharaan dapat dikapitalisasi ?
Menurut PSAP 07 par 52-53 tentang pengeluaran setelah perolehan (subsequent expenditure), pengeluaran setelah perolehan awal suatu aset tetap yang memperpanjang masa manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomik dimasa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi atau peningkatan standar kinerja, harus ditambahkan pada nilai tercatat aset yang bersangkutan.