Hatim Al Asham mengungkapkan : “Aku melihat manusia, maka ada seseorang yang aku sukai dan ada pula yang aku benci, yang aku sukai ternyata tidak memberiku apa apa, sedangkan yang kubenci juga tidak mengambil apa apa dari diriku. Kemudian aku berkata kepada diriku sendiri, ‘Darimana engkau mendapatkan perasaan suka dan benci semacam itu?’ aku berpikir dan memandang diriku sendiri, ternyata semua itu berasal dari rasa dengki. Lalu aku buang rasa dengki itu dari hatiku, sehingga aku dapat mencintai semua manusia.
=====
Inilah pandangan seorang pendahulu kita yang shalih terhadap persoalan berkaitan dengan hubungan manusia dengan sesamanya, sehubungan dengan adanya seseorang yang menjadi teman dan yang menjadi musuh, yang kemudian memunculkan pertanyaan apakah seorang teman dapat memberikan manfaat kepada temannya tanpa pemberian Allah, tanpa rahmat Allah kepadanya? apakah seorang musuh juga dapat merampas sesuatu yang telah diberikan Allah kepadanya , mencelakakannya dirinya, tanpa izin Nya? Baca entri selengkapnya »
Ditulis oleh abusyadza