Juli 21, 2008
IKHLAS UNTUK ALLAH TA’ALA
Apa syarat diterimanya amal?
Sebelum anda melangkah satu langkah –wahai saudaraku muslim- hendaklah anda mengetahui jalan untuk merengkuh keselamatanmu. Janganlah anda memberati diri dengan amalan-amalan yang banyak,. Karena, alangkah banyak orang yang memperbanyak amalan, namun hal itu tidak memberikan manfaat kepadanya kecuali rasa capai dan keletihan semata di dunia dan siksaan di akhirat. (Contoh dalam masalah ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa slam ; “Alangkah banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan bagian dari puasanya kecuali lapar. Dan alangkah banyak orang yang shalat malam, namun ia tidak mendapatkan bagian dari shalat malamnya kecuali begadang” [HR Ibnu Majah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul-Jami, no. 3482] Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Juli 10, 2008
Masa tua merupakan masa penentu kebahagiaan seseorang. Jika dia dalam masa tuanya sudah tidak lagi memikul berbagai beban dan problematika hidup, maka sungguh itu merupakan masa tua yang membahagiakan. Karena masa tua merupakan masa di mana seseorang sudah mulai mengurangi berbagai aktivitas hidup disebabkan menurunnya produktivitas dan kemampuan. Masa tua merupakan masa bagi seseorang menuai hasil kerja payahnya di masa muda. Jika seseorang sudah renta namun harus menanggung berbagai persoalan hidup, maka sungguh itu merupakan masa tua yang tidak membahagiakan. Di dalam kondisi yang sudah tidak mampu banyak berbuat, dia justru dituntut harus banyak berbuat. Dalam kondisi produktivitas menurun ia justru dituntut untuk berproduksi tinggi.
Adakah orang yang menginginkan masa tuanya sengsara? Adakah seseorang yang saat dia muda, punya banyak perusahaan dan kekayaan, lalu menginginkan agar nanti tatkala tua seluruh perusahaannya hancur tanpa dapat menikmatinya? Dan saat dia tidak mampu lagi untuk membangun perusahaannya itu? Pada saat bersamaan keturunannya belum bisa mandiri dan masih bergantung kepadanya? Lalu apakah yang dapat dia perbuat dengan tubuhnya yang sudah renta itu, dengan kemampuannya yang sudah mulai sirna itu? Sebuah gambaran yang seorang paling bodoh sekali pun tidak menginginkannya! Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Mei 9, 2008

Marhaban bikum, wahai saudara-saudara di jalan Allah; wahai para penuntut ilmu yang mulia –penuntut ilmu luhur- yang telah sengaja datang dari pelbagai tempat nan jauh, dengan tujuan mereguk ilmu syari’at yang memancar dari Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam , di kota tempat turunnya wahyu, yaitu kota Madinah; kota nya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang merupakan tempat kedua bagi turunnya wahyu setelah Mekkah. Kota yang menjadi titik tolak berkibarnya panji-panji jihad dan penaklukan negeri-negeri, untuk menjunjung tinggi Kalimat Allah –Tabaraka wa Ta’ala- untuk menyebar luaskan agama ini dan memenangkannya atas semua agama yang ada, sebagaimana Allah Subhanahu Wata’aala berfirman :
Dia-lah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama, meskipun orang-orang musyrik benci. (QS Ash Shaf : 9)
Sesungguhnya, Allah Subhanahu Wata’aala telah memenangkan agama ini melalui tangan para sahabat yang mulia lagi ikhlas itu. Para sahabat Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang telah menaklukkan hati para manusia dengan senjata ilmu, petunjuk dan iman, serta telah membobol benteng-bentang dan negeri-negeri dengan pedang kebenaran. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Mei 7, 2008
Dasar Hukum Penyelenggaraan Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 8 menyatakan bahwa ”dalam rangka pelaksanaan kekuasaan atas pengelolaan fiskal, Menteri Keuangan mempunyai tugas antara lain menyusun laporan keuangan yang merupakan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN.”
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara Pasal 9 menyatakan bahwa ”Menteri/Pimpinan Lembaga sebagai pengguna anggaran/pengguna barang Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan Kementerian Negara/Lembaga yang dipimpinnya.” Baca entri selengkapnya »
& Komentar |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Mei 2, 2008
Akhlak adalah salah muatan misi diutusnya Råsulullåh Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Karena itulah dalam kehidupan sehari-harinya beliau sarat dengan kilauan akhlak yang mulia. Akhlak bersama keluarga, sahabat, tamu, tetangga dan ketika menjalankan aktivitas dakwah. Akhlak beliau memperindah untaian kata-kata pesan dan nasehatnya.
Keindahan akhlak beliau kepada sesama manusia adalah ketika memaafkan kejahatan para penentang dakwahnya. Inilah salah satu yang diwarisi oleh ahlussunnah. Di antara sifat-sifat terpenting yang dimiliki oleh Ahlussunnah adalah pengusaan ilmu dan menyayangi semua makhluk Allåh Subhanahu Wata’aala. Mereka adalah para pemilik ilmu, pengikut setia, pengamal ilmu dan pengikut perbuatan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam. Mereka adalah orang-orang yang amat mengetahui kebenaran, yang paling bersemangat dalam menyampaikan ajaran-ajaran agama, dan yang memerangi Ahlul Ahwa (para pengikut hawa nafsu) serta para pelaku bid’ah. Semua itu didasari atas perasaan kasih kepada sesama makhluk Allåh Subhanahu Wata’aala. Tidak ada yang mereka inginkan kecuali kebaikan dan petunjuk. Karenanya, merekalah orang-orang yang amat luas dan besar rasa belas kasihnya kepada sesama dan yang paling benar nasihatnya. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
April 25, 2008
Rezeki, betapa banyak orang yang berharap bisa mendapatkannya. Berbagai cara dan upaya ditempuh, pergi pagi pulang petang membanting tulang dan memeras keringat. Tidak puas dengan cara wajar ditempuhlah berbagai cara hingga menabrak rambu-rambu syariat dan akidah.
Rezeki sebenarnya tidak selalu diartikan sebagai harta kekayaan. Dalam al-Quran banyak disebut kata rezeki dengan segala bentuknya, razaqa atau rizqun. Dalam arti harta kekayaan, sangat wajar jika kemudian manusia begitu mendambakan rezeki yang banyak. Sifat manusia sebagaimana disebutkan oleh Allåh adalah mencintai harta, selain menyukai wanita dan anak-anak.
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran:14) Baca entri selengkapnya »
1 Komentar |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
April 22, 2008
Sebagai seorang muslim tentu kita sering membaca dan mendengarkan al-Quran baik di dalam shalat atau diluar shalat. Kita pun sering mendengar ceramah yang berisi nasehat dan arahan
Pernahkah pada saat tersebut, hati kita tersentuh kemudian air mata pun mengalir? Atau barang kali kita merasa biasa-biasa saja? Atau bahkan karena suatu sebab justru malah tertawa…? Menangis di saat mendengar ayat-ayat Allåh Subhanahu Wata’aala dan nasehat-nasehat tentang akhirat adalah merupakan bukti dalamnya iman, merupakan bukti manfaatnya ilmu dan merupakan kebiasaan para Nabi dan orang-orang shålih selagi di dunia. Sementara orang-orang yang ingkar dan lemah iman justru selalu bergembira ria serta banyak tawa dan canda.
“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, Yaitu Para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, Maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis” (Maryam : 58). Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Maret 15, 2008
Paham kapitalisme yang dibangun di atas filsafat materialisme seakan telah menyusup dalam jiwa kaum muslimin. Salah satu gejalanya adalah meremehkan hubungan kekeluargaan. Bahkan tidak sedikit yang mudah memutuskan tali keluarga karena masalah sepele. Hubungan keluarga adalah sesuatu yang sangat dihormati oleh syariat Islam. Islam telah menetapkan segala sesuatu yang dapat menguatkan dan mengeratkan ikatan hubungan di antara para pemeluknya. Pada skala keluarga, misalnya, kita dapati Islam menyerukan ikatan tersebut dalam suatu bentuk yang merealisasikan keselarasan dan kasih sayang, mencegah kerusakan, menjadi penengah dan jalan keluar dari perselisihan yang terjadi. Islam pula menyeru dan mengajarkan bagaimana menjaga hak-hak kerabat. Islam mengajarkan bagaimana menunaikan hak sebaik mungkin, dengan cara menjalin hubungan, berbuat baik, melakukan kunjungan dan memuliakan. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman,
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (Al-Isrå:26) Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza
Maret 10, 2008
Orang yang hidup di dunia tentu menginginkan untuk mencercap kebahagiaan dunia. Bahkan tidak cukup di dunia orang pun mengangankan meraih kenikmatan di akhirat kelak.
Siapa yang tidak menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat, kita semua tentu menginginkannya. Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah bagaimana cara meraih keduanya. Kita yakin bahwa Islam adalah agama yang ajarannya lengkap dan menyeluruh. Islam satu-satunya agama yang mendapatkan pengakuan dari Sang Pemiliknya Jalla Sya’nuhu. Islam adalah agama yang rahmatan lil ’alamin. Tidak didapatkan satu ajaran pun dalam Islam yang akan merugikan para pemeluknya, tidak ditemukan satu prinsip pun dalam Islam yang mencelakakan para penganutnya. Sementara tidak sedikit pemeluknya yang mengabaikannya, menitikberatkan perhatiannya pada masalah dunia dan bagaimana cara untuk mendapatkannya. Padahal Allåh S.W.T telah mengingatkan kita dengan firman-Nya,
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan diakhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allåh S.W.T serta keridhåan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid:20)
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh akhirat kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang mereka telah usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Al-Hud:15-16)
Apakah Råsulullåh S.A.W, sebagai teladan sejati, juga berperilaku demikian? Ternyata tidak. Sementara itu petunjuk Råsulullåh S.A.W adalah sebaik-baik petunjuk. Siapa yang mengambilnya akan bahagia dan yang meninggalkannya akan celaka. Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Copy-an web Muslim |
Permalink
Ditulis oleh abusyadza