Nunggak Utang, Pemda Tak Bisa Ajukan RPD

(JAKARTA – Jawa Pos) Pemerintah tidak bisa memenuhi semua permintaan Rekening Pembangunan Daerah (RPD/salah satu penerusan utang luar negeri ke daerah). Dari sekitar Rp 300 miliar yang diminta, yang dipenuhi hanya 8 persen.


Sekjen Departemen Keuangan Mulia P. Nasution mengatakan pemerintah pusat harus mempertimbangkan kondisi keuangan pemerintah daerah (pemda). “Harus diperhitungkan apakah ngemplang atau tidak,” kata Mulia di kantornya akhir pekan lalu. Pemerintah, kata dia, juga harus memperhitungkan kelayakan proyek.


Menurut Mulia, bagi pemda yang masih menunggak utang, tidak mendapatkan RPD baru. “Kami harapkan mereka tetap bisa membayar. Sebab, semua kewajiban kepada negara harus dipenuhi,” ujar mantan Dirjen Perbendaharaan Depkeu tersebut. Mulia menambahkan, RPD harus digunakan untuk pengadaan sarana dan prasarana umum. Secara umum, hubungan antara pusat dan daerah terkait dana perimbangan juga harus dibenahi.


Rekening Dana Pembangunan masuk dalam investasi non-permanen pemerintah. Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2005 disebutkan Rekening Dana Investasi/Rekening Pembangunan Daerah (RDI/RPD) mencapai Rp 60,371 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas pokok yang belum jatuh tempo Rp 44,632 triliun; tunggakan pokok Rp 5,682 triliun; serta tunggakan bunga, biaya komitmen, dan denda Rp 10,057 triliun.

RPD dibentuk berdasar surat Menteri Keuangan No S-495/MK.01/86 tanggal 7 Mei 1986. Pedoman pengelolaan RPD mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan No S-1021/KMK.013/1991 tanggal 30 September 1991 dan diperbarui dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No 347.a/KMK.017/2000 tanggal 22 Agustus 2000. Proyek yang dapat dibiayai melalui RPD antara lain sarana dan prasarana pemerintah daerah, perusahaan air minum melalui unit usaha BUMD/pemda.

From www.perbendaharaan.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: