..Dan ternyata perilaku tidak cukup

30/11/2006 siang

Hari ini aku coba nyelesaikan kerjaan kantor. Salah satunya nyiapin dokumen pencairan dana untuk kegiatan operasional kantor. Karena pengen cepet-cepet biar ga ada tanggungan, ku kebut aja tuh kerjaan…dan alhamdulillah selesai.

Setelah itu…nah disinilah awal ceritanya… aku ketemu ama rekan kerja dan menyelesaikan urusanku dengan ybs. Karena udah lama kenal, seingatku sejak April 2006 lalu, jadi akrab lah…apalagi rekanku ini pemasok barang keperluan kantorku dan baru sembuh dari sakitnya. Setelah ngobrol sana ngobrol sini, say hallo begitu…, aku mengajukan dokumen pencairan dana untuk kegiatan operasional kantor agar bisa segera diproses. Alhamdulillah ga lama, selesai. Closing words, mauku balik ke urusan kantor yang lain. Lah…ga tahunya ybs bilang mau titip sesuatu untuk anakku di rumah (lupa kali yaa…anak-anakku khan pada di sumenep…). Aku tunggu apa…ee lah dalah…ybs ngasih amplop setelah kasak kusuk di laci mejanya.

Astaghfirullah al adziim…

Tidak cukup rupanya selama ini aku menampilkan sikap baik, menjelaskan visi dan misiku bekerja dimana interaksi kami cukup dekat sejak April 2006… Aku sudah menduga saat dia berkata “mau titip untuk anak-anakku” , tapi aku mau dia nunjukkan langsung action-nya. Rupanya Allah berkehendak lain…aku pikir ybs sudah paham dengan interaksi kami selama ini…karena banyak sekali masukan serupa dari teman-temanku di kantor dan suasana lingkungan kantor kami (kami melayani pencairan dana BRR NAD-Nias) mendukung terciptanya clean government dan good governance.. .ternyata perilaku-ku dengan teman-temanku belum dirasa cukup…karena ybs bersikap lain hari ini.

Dengan menarik nafas panjang (kata teman-teman: agar bisa konsentrasi tajam), aku mencoba berdiskusi dengannya… dan alhamdulillah. ..akhirnya dia bisa senyum…dan itu artinya dia paham untuk kedua kalinya…atau untuk kesekian kalinya…that’ s no matter to me how many times i have to explain coz i very very very care about this. Ibrohnya…ternyata perilaku kita yang baik di mata masyarakat (semoga aksiku bukan palsu…yang mengambil salah satu bait senandung “…semoga cintaku bukan palsu…”), masih harus dijejalkan lagi kepada masyarakat bahwa ini bisa dilakukan dan ada contoh riil di tengah-tengah mereka…di depan Anda. Kapan lagi kita berbuat, kalo tidak saat ini…hidup hanya sekali…kesempatan berbuat kebaikanpun hanya sesaat…

Allahumma tsabbit quluubina fii diinik

from : milis perbendaharaan-list@yahoogroups.com (akoeanwar@yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: