JALAN MENUJU SURGA

JALAN MENUJU SURGA

Abdullah bin Ubaid bin Umair menyatakan bahwa Abu Dzar RA pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam . Ia adalah shahabat Beliau yang paling banyak bertanya. Katanya : “Maukah engkau memberitahukan kepadaku amalan yang membawaku masuk Surga ?”

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam menjawab : “Hendaknya engkau beribadah kepada Allah tanpa menyekutukan dengan sesuatu apapun.” Abu Dzar bertanya : “Hal itu tentu ada tindak lanjutnya ?”

Beliau Shallallahu’alaihi Wasalam menjawab : “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” Abu Dzar bertanaya lagi : “Kalau tidak punya harta untuk dizakati ?”. Beliau Shallallahu’alaihi Wasalam menjawab : “Lakukanlah amar ma’ruf nahi mungkar.” Abu Dzar berkata : “Tetapi untuk itupun terlalu lemah ?” Nabi Shallallahu’alaihi Wasalam bersabda : “Masih ingin berbuat baik juga ? Tahan dirimu untuk berbuat jahat terhadap manusia.” (dikeluarkan oleh Hannad dalam Az-Zuhd no. 1061. Syaikh Abdurrahman Al Faryuwa’I menyatakan : “Sanadnya shahih, apabila Abdullah bin Umair mendengarnya dari Abu Dzar RA. Karena saya tidak mendapatkannya dalam kutubur Rijal bahwa ia meriwayatkannya dari abu Dzar RA. Hadits ini juga dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Mawarid no. 863. dengan sanadnya sendiri dari Abu Katsir As Suhaimi, dari ayahnya, dari Abu Dzar RA secara marfu’. Hadits ini memiliki penguat yang diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Musa. Lihat Az-Zuhd II : 515)

Sungguh sebuah majelis yang sangat diberkahi Allah, manakala di dalamnya terdapat orang-orang yang senantiasa mengingatkan satu dengan yang lainnya kepada tempat kembalinya-akhirat-yang kekal. Begitulah memang sepatutnya sesama saudara semuslim untuk selalu bersama-sama saling mendorong dan mengingatkan untuk senantiasa berbuat bagi kehidupan setelah kematiannya. Metode itu pula yang sering dipakai oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam dalam memberikan bimbingan kepada umatnya terutama para shahabatnya tentang Dien yang agung ini. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam sendiri telah memerintahkan kepada umatnya untuk senantiasa bertanya kepada orang yang tahu apabila memang ia tidak mengetahui.

Dari hadits di atas terdapat beberapa pelajaran/hikmah bagi kita yang dengannya dapat menyelamatkan kita dari adzab Neraka, yakni :

1. Menunjukkan kepada kita tentang keutamaan para Shahabat. Bagaimana gigihnya mereka dalam menggali segala sesuatu yang dapat mengantarkan mereka kepada kebaikan yang kekal, mengantarkan pada Jannah yang abadi. Mereka tidak pernah bosan menanyakan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam mengenai amalan apa yang dapat menjadi jalan baginya menuju JannahNya, dan terdapat pula shahabat yang menanyakan tentang kejahatan dan bencana seperti Hudzaifah bin Yaman karena khawatir melakukannya. Masing–masing dari shahabat tersebut memeliki keutamaan dan kebaikan.

2. Terdapat penjelasan tentang kewajiban mentauhidkan Allah baik berkenaan dengan RububiyahNya dalam segala aktifitas peribadahan yang kita lakukan serta berkenaan dengan Asma’ dan SifatNya. Dijelaskan bahwa Ibadah sebagai manifestasi dari tauhid Rububiyyah merupakan konsekuensi dari keyakinan kita terhadap keberadaan Allah, yang meliputi segala yang dicintai dan diridhai Allah baik ucapan maupun perbuatan, secara lahiriyah maupun batiniah (sesuai yang dikemukakan oleh Syaikhul Islam ibnu Taimiyah). Sedangkan Syirik yakni meletakkan peribadahan bukan pada tempatnya dengan membuat sekutu-sekutu bagi Allah. Hal tersebut merupakan kedhaliman terbesar, yang menyeret pelakukan ke dalam Jahannam dan kekal di dalamnya.

3. Di dalam hadits tersebut tampak bagaimana keutamaan Shalat dan Zakat sebagai amalan yang ditempatkan setelah pentauhidan Allah. Banyak sekali Ayat-ayat yang menjelaskan keutamaan kedua amalan tersebut dikarenakan penyebutannya yang senantiasa mengiringi pentauhidan terhadap Allah. Sehingga meninggalkan kedua amalan tersebut merupakan penyebab terbesar yang dapat menyeret seseorang batal keislamanya alias terjerumus ke dalam kekafiran yang mengekalkan dirinya dalam neraka.

4. Terdapat wasiat dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasalam tentang amar ma’ruf nahi munkar. Di dalam hadits tersebut dijelaskan bahwasannya amalan tersebut merupakan sebab umat ini menjadi yang terbaik dikarenakan dengan amalan tersebut umat ini mampu menghadapi berbagai pukulan serta segala konspirasi yang dihantamkan para musuh Allah sepanjang masa. Dengan meninggalkan amalan ini akan terbuka berbagai maksiat sehingga laknat Allah akan menimpa umat, seperti halnya Allah melaknat Bani Israil dalam firmannya : “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lesan Daud dan Isa Ibnu Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (Al Maidah : 78-79)

5. Dijelaskan pula di dalam hadits tersebut kaidah dasar mengenai amar ma’ruf nahi munkar. Bagaimana sikap seorang muslim dalam mensikapi lingkungan yang penuh dengan kemaksiatan, sehingga dia tidak terjebak dalam arus kemaksiatan tersebut. Salah satunya dengan menghindari perbuatan jahat kepada orang lain yakni dengan meninggalkan tempat-tempat maksiat dan permainan haram serta tempat meragukan. Di samping itu juga berlepas diri dari kebiasaan orang banyak berupa bid’ah dan kesesatan yang itu semua dapat menyeret kepada kezaliman terbesar, diantaranya bid’ah penyembahan kubur, bergantung kepada orang-orang yang dianggap wali, bid’ah-bid’ah di masjid, bid’ah dalam bulan-bulan dan peringatan-peringatan tertentu, bid’ah dalam shalat jama’ah dan jum’at, bid’ah dalam dzikir dan doa, bid’ah pernikahan dan walimah, bid’ah peringatan ulang tahun, perta-pesta dan lainnya.

Dari Buku Abu Dzar Al Ghifari penerbit Darul Haq

Satu Balasan ke JALAN MENUJU SURGA

  1. Trureaura mengatakan:

    What’s up I’m Cathy and I’ve been an avid reader of the forum for a while and I thought it was that I said Aloha and introduced myself. I’m 34 and run a sports equipment company with my sister and live in sunny San Diego, California with my 3 fantastic children. I love climbing and tennis but hate mushrooms…and I guess that’s all you need to know http://www.mysmiley.net/imgs/smile/happy/happy0071.gif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s