BAGAIMANA ZAMAN AKAN HANCUR

BAGAIMANA ZAMAN AKAN HANCUR

Diriwayatkan dari Asy Sya’bi dari Ziyad bin Jarir, ia berkata : “Saya mendatangi Umar bin Khathab kemudian beliau berkata : “Wahai Ziyad, apakah kamu sedang meruntuhkan bangunan Islam atau sedang menegakkannya? Aku menjawab : “Saya sedang menegakkannya.” lalu beliau berkata : “Sesungguhnya zaman akan hancur karena ketergelinciran ulama dan karena munculnya perdebatan orang-orang munafik atau pemimpin yang menyesatkan.”

Kebangkitan memiliki perantara, demikian pula kehancuran memiliki tanda-tanda. Sedangkan kaum Muslimin dituntut untuk waspada terhadap unsur-unsur pemicu kehancuran dan konsisten dengan sarana-sarana menuju kebangkitan serta hendaknya tidak berlaku toleran terhadap orang-orang yang berhasrat menghancurkan bangunannya, merobohkan sendi-sendinya dan menyebarkan malapetaka yang tiada membedakan antara orang yang shaleh dan yang jahat.

Seorang yang berilmu tergelincir adalah bencana karena manusia selalu mendengarkan kata-katanya, mengagumi ilmunya maka ia harus menjaga penampilannya dihadapan orang. Harus ada keserasian antara ilmu dan amal dan hendaknya diketahui bahwa ilmu adalah amanah yang menuntut pemiliknya untuk memikulnya, menunaikan dan mengamalkannya. Jika tidak, niscaya menjadi bumerang bagi pemiliknya lagi pula tidak akan bermanfaat bagi manusia.

Ketergelinciran orang alim kadang terjadi dalam ucapan, terkadang dalam aplikasi amal dan perangai, yang terkadang dalam pemikiran yang mengekor hawa nafsu dan mencampakkan kebenaran. Demikian terus berjalan hingga ia merasa bangga dengan dosanya ketika diingatkan akan kesalahan-kesalahannya. Ia konsisten dengan pembangkangannya, berusaha mencari dalil-dalil palsu yang tidak bisa dijadikan landasan yang benar dan tidak akan menjadi pembenaran bagi kesalahannya.

Semua aliran-aliran yang bathil maupun pemikiran sesat berpangkal dari ketergelinciran dan pembangkangan semacam ini. Padahal seharusnya orang yang berilmu itu mencari kebenaran dan menempuh jalan yang benar pula, sama saja apakah kebenaran itu dia dapatkan dengan mencarinya ataukah lantaran orang lain yang menunjukinya

Masalah perdebatan orang-orang munafiq, maka hal ini termasuk materi penghancur tatanan kehidupan, baik dalam pemikiran, wawasan ataupun kemasyarakatan. Ia adalah pemicu peperangan. Diseputar problematika telah ia ketahui mana yang benar sebelum diketahui orang lain namun ia menyembunyikan kebenaran itu lalu meniupkan virus syubhat dan menyibukkan manusia dalam perkara bathil. targetnya adalah merobohkan dan bukan membangun.

Berapa banyak kehidupan masyarakat muslim hari ini ternodai oleh kesibukan berdebat dengan bathil hingga melalaikan kaum muslimin dari metode berfikir yang lurus di masa sekarang dan menggariskan target yang benar di masa yang akan datang.

Mereka senantiasa berdebat (atau istilah yang digunakan oleh rasionalis dengan berdialog) untuk memperbincangkan perkara-perkara yang hakikatnya telah baku di dalam Islam berdasarkan nash-nash Al Qur’an dan As Sunnah yang shahih seperti masalah wanita atau wajibnya penerapan hukum Islam dan mereka mengklaim ijtihad palsu yang berdasarkan kaidah-kaidah yang merusak.

Setelah itu datanglah para pemimpin yang menyesatkan yang tidak peduli akan nasib umatnya dan tiada upaya untuk membimbing mereka kepada jalan yang benar. Bahkan mereka menjerumuskan ke dalam kesesatan, memperdayakan mereka dengan syahwat, agar mereka tidak agresif dan jauh dari istiqomah.

Begitulah, Umar din Khathab memperingatkan kepada kita akan unsur-unsur yang dapat merobohkan bangunan hingga tak dapat menambah tingginya bangunan, tidak pula bertambah baik amalnya dan menyebabkan upaya kita menjadi tidak lurus, agar umat selamat darinya, waspada terhadap bahayanya. Umat Islam perlu menolak bahaya penyimpangan tersebut dan mewaspadai akan sebab-sebab penyimpangan itu, serta tidak tenggelam dalam kebathilan dan mempersempit ruang gerak para penyeru hawa nafsu yang akan menggiring kepada kehancuran !

Bagaimana bangunanmu akan sempurna ?
Jika kamu membangunnya sedang orang lain menghancurkannya ?

Dari Buku Potret Kehidupan Para Salaf (Keteladanan Para Shahabat dab Tabi’in dalam Kehidupan Sehari-hari)/Haakadzaa…Tahaddatsas Salaf Oleh Dr. Musthafa Abdul Wahid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s