Proyek Gedung Keuangan Terindikasi Korupsi

Audit Investigatif SAK BRR NAD-Nias
Proyek Gedung Keuangan Negara Banda Aceh Terindikasi Korupsi

BANDA ACEH – Satuan Antikorupsi (SAK) BRR NAD-Nias dalam laporan hasil audit investigatifnya menemukan adanya dugaan telah terjadinya tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 931.942.600 pada proyek pembangunan Gedung Keuangan Negara (GKN) tahap I senilai Rp 8,190 miliar yang dilaksanakan tahun 2006.

Selain pada proses pembangunan, dugaan dan indikasi serupa juga terjadi pada kegiatan perencanaan gedung. Dalam pelaksanaan perencanaan GKN itu, SAK BRR menduga telah terjadi indikasi tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya senilai Rp 393.390.000 dari pagu kontraknya Rp 1,120 miliar. Deputi Pengawasan BRR NAD-Nias, Ramli Ibrahim yang dimintai konfirmasinya menyangkut temuan SAK BRR NAD-Nias tersebut mengatakan, pelaksanaan pembangunan GKN itu dilakukan bertahap. Tahap I dilaksanakan tahun 2006 lalu dan tahap II dilanjutkan tahun 2007. Ramli mengakui SAK BRR ada melaporkan kepada Ketua Bapel dan Deputi Pengawasan menyangkut hasil audit investigatifnya terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan GKN. Ramli membantah informasi yang menyebutkan bahwa Kepala Satuan Antikorupsi BRR, Achmad M M Jogasara tak melanjutkan kontrak kerjanya di BRR karena temuannya kurang direspon dan mendapat tekanan. “Bukan karena itu, tetapi ia sendiri tidak bersedia lagi melanjutkan kontrak kerjanya dengan BRR,” ujar Ramli. Menurut Ramli, untuk menggantikan posisi Achmad M M Jogasara, BRR kini sedang melakukan fit and profer test terhadap lima orang yang telah memasukkan permohonan, termasuk sejumlah auditor senior dari BPKP.

Seperti diketahui, Achmad M M Jogasaran adalah Ketua SAK BRR kedua setelah Kevin Evan yang pertama. Itu artinya, dengan pengunduran diri Achmad M M Jogasara, maka dalam waktu belum tiga tahun sudah dua orang Kepala SAK BRR yang mundur. Anggota Komisi D DPR Aceh, Ikhwan kepada Serambi, Minggu (3/6) mengakui sudah mengetahui temuan SAK BRR terkait proyek GKN. Menurut Ikhwan, laporan hasil audit investigatif SAK BRR sangat rinci dan jelas, begitu juga pihak-pihak yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.
Ikhwan mengutip hasil laporan SAK BRR NAD-Nias menyangkut pelaksanaan pembangunan gedung. SAK BRR melaporkan adanya indikasi tindak pidana korupsi yang diduga dilakukan oleh HS (kuasa JO PT NK), YA (Kasatker BRR Peningkatan Sarana dan Prasarana Gedung Keuangan Negara NAD-Nias), ES (Panitia Pengadaan Barang/Jasa), dan YT (Pengawas Lapangan dari PT Eru). Kepada penyelidik dan penyidik, SAK BRR menyarankan untuk mengenakan sanksi kepada PT NK JO dan PT Eru sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dengan terlebih dahulu tidak mengikutsertakan penyedia barang/jasa tersebut dalam kegiatan pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan BRR.

Salah satu pelanggaran yang terjadi, menurut SAK dalam laporan audit investigatifnya yang diterbitkan 24 April 2007 (ditandatangani Kepala SAK BRR, Achmad M M Jogasara) adalah jumlah dana yang dicairkan pada akhir Desember 2006. Seharusnya, dengan realisasi fisik proyek baru 67,45 persen, jumlah dana yang dicairkan adalah Rp 6,356 miliar, tetapi menurut temuan SAK BRR, jumlah dana yang telah dicairkan mencapai Rp 8,190 miliar atau terjadi kelebihan pencairan dana sebesar Rp 2,833 miliar.

Pencairan dana itu, menurut SAK, melanggar UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Pasal 21 ayat 10 yang berbunyi pembayaran atas beban APBN/APBD tidak boleh dilakukan sebelum barang dan atas jasa diterima. Pelanggaran ini, menurut UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Pasal 9, pelakunya dapat dipidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan pidana denda sedikitnya Rp 50 juta, paling banyak Rp 250 juta, apakah pegawai negeri maupun orang lain yang diberi tugas menjalankan suatu jabatan umum secara terus menerus atau untuk sementara waktu, dengan sengaja memalsukan buku-buku atau daftar yang khusus untuk pemeriksaan administrasi.

Masih menurut laporan SAK BRR, kerugian negara dari kegiatan pembangunan GKN senilai Rp 931.942.600 bersumber dari penyimpangan yang dilakukan. Pertama kelebihan pembayaran tiang pancang senilai Rp 552.417.600, dan kedua denda belum dipungut Rp 409.525.000. Sedangkan kerugian negara dari pelaksanaan perencanannya senilai Rp 393.390.000 bersumber dari biaya langsung personel yang dibuat tidak benar senilai Rp 261.700.000, kelebihan biaya non-personel Rp 22.650.000, dan komposisi biaya personel dan non-personel yang tidak sesuai ketentuan Rp 109.404.000. Kerugian pada perencanaan itu pelakunya diduga AS (Direktur PT YK), Drs W (Kasatker BRR Peningkatan Sarana dan Prasarana Gedung Keuangan Negara NAD-Nias, sampai 18 September 2006) dan YA,SE,MM selaku Kepala Satker Pengganti, dan ES (Panitia Pengadaan Barang/Jasa). Kepada penyidik dan penyelidik, SAK BRR juga menyarankan mengenakan sanksi kepada PT YK sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku dengan terlebih dahulu tidak mengikutsertakan penyedia barang/jasa tersebut, dalam kegiatan barang/jasa yang dilaksanakan BRR.

Penjabat Ketua Dewan Pengawas BRR NAD-Nias, Naimah Hasan yang dimintai tanggapannya mengatakan, dirinya juga menerima informasi seperti yang ditemukan anggota DPR Aceh. Menurut Naimah, pencairan dana ketiga untuk pembayaran pembangunan proyek Gedung Keuangan Negara itu senilai Rp 3,204 miliar itu sangat mencurigakan. “Gedung belum selesai pada akhir 2006 tapi kenapa dananya sudah ditarik 100 persen,” ujar Naimah. Naimah juga menduga ada pemblokiran dana pembangunan proyek GKN itu dari KPPN Khusus ke rekening pihak ketiga atau lainnya. “Kalau itu yang menjadi temuan SAK BRR dan BPK, wajar saja, karena tindakan itu melanggar aturan pengelolaan anggaran,” demikian Naimah Hasan.
(Sumber Harian Serambi Indonesia)

Satu Balasan ke Proyek Gedung Keuangan Terindikasi Korupsi

  1. Tersangkanya dari GKN siapa aja?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: