Mengaku Islam tanpa Amalan

Mengaku Islam tanpa Amalan

Hudzaifah bin Yaman R.A adalah sebagaimana yang telah digambarkan oleh Abu Nu’aim :”Orang yang memahami fitnah dan kondisi hati. Beliau bertanya tentang keburukan untuk menjauhinya, mempelajari betul kebaikan untuk dipegang teguh. Banyak bertaubat dan menyesali dosa, melampaui berlalunya hari dan waktu.”

Hal yang demikian itu karena beliau sering bertanya tentang masa yang akan datang waspada akan datangnya fitnah dan kerusakan, takut akan musibah dan malapetaka. Beliaulah yang menjawab Umar bin Khathab R.A tatkala beliau bertanya :”Siapakah diantara kalian yang mendengar hadits Rasulullah S.A.W tentang fitnah (malapetaka)?” Orang orang disekitarnya menjawab :”Kami telah mendengar hadits tentang fitnah seseorang dari keluarga dan hartanya.”Akan tetapi Umar berkata :”Bukan itu yang saya maksud, akan tetapi aku bertanya tentang fitnah yang bergelombang laksana gelombang lautan. “Pada saat itu Hudzaifah R.A yang berkata :”Saya telah mendengarnya wahai Amirul mu’minin.” Umar R.A bertanya : “Anda mendengarnya?”

Hudzaifah R.A menjawab : “Aku mendengar Rasulullah S.A.W bersabda : “Akan datang fitnah menimpa hati laksana tikar yang terpintal seutas demi seutas –yakni berurutan sebagaimana pintalan tikar yang dibuat oleh pemintalnya- manakala hati mengingkarinya akan ada titik putih padanya dan manakala hati menyerapnya akan muncul bintik hitam, sehingga ada dua hati, yakni hati yang putih jernih, tidak akan terusik oleh apapun, selama masih ada langit dan bumi. Sedangkan yang lain adalah hati yang hitam dan berdebu, penuh noda dan terbalik tidak mengenal yang ma’ruf, tidak pula mengingkari yang mungkar melainkan hanya mengikuti hawa nafsunya.” (H.R Al Bukhari).

Perbincangan tersebut terjadi di majelis Umar bin Khathab R.A di saat masyarakat Islam berada di puncak kekuatan, kemenangan kemenangan Islam di raih di penjuru bumi, keadilan di tegakkan dan manusia dimerdekakan. Akan tetapi Al Faruq R.A takut akan munculnya fitnah, beliau ingin mengingatkan kaum muslimin darinya agar tajam kepekaan mereka terhadapnya hingga mereka dapat memadamkan api fitnah ketika berkobar, hingga mereka mampu memayungi diri dengan jernihnya hati, lurusnya manhaj dan ta’awun mereka dalam kebaikan dan takwa.

Hudzaifah bin Yaman R.A pula yang menghafal hadits hadits semacam ini, beliau secara berulang ulang mendengar peringatan Nabi S.A.W akan adanya “Para penyeru di pintu pintu jahannam, barang siapa yang menyahuti seruannya maka mereka akan dilemparkan ke dalamnya” dan Nabi mensifatkan bahwa mereka itu “Berkulit seperti kita dan berbicara dengan bahasa kita” kemudian Hudzaifah R.A bertanya kepada Rasulullah S.A.W :”Apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku mendapatkan keadaan seperti itu?” Lalu Rasul S.A.W yang mulia menjawab :”Ikutilah jama’atul muslimin dan imam mereka.” Hudzaifah R.A bertanya : “Bagaimana jika tidak ada jama’ah dan imam?” Nabi S.A.W yang diutus sebagai rahmatan lil’alamin menjawab :”Engkau tinggalkan seluruh firqah firqah yang ada” (H.R Al Bukhari).

Hudzaifah bertanya bukanlah hanya untuk dirinya sendiri namun untuk kepentingan setiap muslim dan muslimat agar seluruhnya mengetahui manhaj (metode) yang lurus untuk menghadapi fitnah dan problem tersebut.

Setelah Nabi S.A.W menjumpai Ar Rafiiqul A’la, Hudzaifah R.A terus mengulangi :”Berpegang teguhlah terhadap al jama’ah, Demi Allah tiada seorang pun yang memisahkan diri dari al jama’ah sejengkal saja melainkan ia telah memisahkan diri dari Islam.

Demikian pula Hudzaifah R.A mengingatkan bahaya memisahkan antara ucapan dan perbuatan tatkala beliau mengatakan :”Tahukan kamu siapakah orang munafik itu?, yaitu orang yang mengaku Islam namun tidak mengamalkannya.”

Maka berapa banyak di zaman ini orang orang yang mengaku Islam namun mereka tidak mengamalkannya?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: