Ilmu Sebelum Amal

Ilmu Sebelum Amal

Sufyan bin Uyainah Rahimahullah ditanya tentang fadhilah ilmu, lalu beliau menjawab : “Bukankah anda mendengar firman Allah Tabaraka wa Ta’ala tatkala memerintahkan memulia dengan ilmu :”Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan) selain Allah” (Muhammad :19) kemudian Allah memerintahkan untuk beramal setelah ilmu : “Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal” (Muhammad :19) Maka ilmu dahulu sebelum beramal. Kalian mendapatkan hal itu dalam kitabullah.”

***

Seruan Islam kepada ilmu adalah fajar cerah yang terbit bagi manusia, yang mengantarkan mereka untuk bergumul dengan cakrawala ma’rifah, menjelajah ayat qudrah di langit dan di bumi.

Bertolak dari sini, berubahlah bangsa Arab setelah mereka mengimani agama yang benar ini, dari satu kondisi berubah pada kondisi yang lain.. Dari umat yang buta huruf menuju umat yang ahli baca dan tulis, karena mu’jizat paling agung dari penutup para Nabi berupa kitab dan lembaran suci dan juga sebagai “qur’anun hakim” bacaan yang bijak, sehingga mengharuskan bagi yang ingin menghayatinya untuk dapat membaca dan menulis, mengerti dan memahami.

Sebagaimana juga umat ini mengalami perubahan, dari tingkatan taklid pada dongeng nenek moyang dan primitive menuju taraf berfikir dan memikirkan umat yang akan datang. Karena ia adalah umatan wasathan (umat pilihan) sebagai saksi bagi yang lain, menyeru kepada kebenaran dan konsekuen menegakkannya.

Musuh musuh Islam pun tidak mengingkari akan kemuliaan mereka disbanding yang lain. Mereka tidak sanggup mengingkari bahwa umat Islam telah lebih dahulu terjun di medan ilmu, pengetahuan, penelitian dan percobaan. Lalu mereka merekayasa dengan segenap kemampuannya untuk mengalihkan kejayaan kaum muslimin dengan sosok orang orang yang hanya menjiplaknya lalu mengklaim bahwa kesemuanya itu dipelopori oleh mereka (musuh musuh Islam).

Hingga tatkala kita mulai menerima klaim mereka maka apakah boleh kita meremehkan pengetahuan tersebut atau berputus asa meraihnya ?

Tidakkah anda tahu bahwa kaum revolusioner di Eropa tidak memahami pengetahuan dengan benar melainkan dengan mengalihbahasakan dari Arab ?

Padahal kita pun mengetahui bahwa ilmu dalam Islam adalah bangunan yang bisa tegak dengan sendirinya, sedangkan konsep Yunani dan yang lain tidak ada apa apanya bila dibandingkan dengan konsep Islam. Maka kaidah ilmiah dalam Islam berdiri di atas sesuatu yang berbeda seratus persen dengan apa yang dikenal oleh Yunani :

“Maka ketahuilah bahwa tidak ada ilah yang berhak di ibadahi selain Allah”

Dengan iman yang jernih dan tauhid yang murni ditegakkan bangunan ilmu di dalam Islam dan terlalu tinggi bila dibandingkan dengan konsep Yunani, paganisme mereka dan ketuhanan mereka yang berbilang serta pahlawan pahlawan gadungan yang mereka miliki.

Bertolak dari sini, maka.ilmu dalam Islam menuju pada sesuatu yang pasti dan bukan sekedar dugaan, nyata dan bukan sekedar rekaan.

Akan tetapi sebagian kaum muslimin modern yang teracuni oleh fitnah, mereka menjunjung tinggi tinggi filsafat dan teori teori Yunani kuno. Mereka menyangka bahwa bergabung dengan mereka dan seringnya menyebut nama nama pahlawan Yunani, kendati kdail lisannya untuk menyebut nama nama tokohnya, seakan mereka telah masuk ke dalam dunia modern dan maju, seakan mereka berpindah menuju zaman pencerahan manusia modern. Padahal itu hanyalah ilmu jahat yang mengandung kebodohan, pengetahuan yang tak jelas mana kepala dan mana kakinya, mana pangkal dan mana ujungnya dan tiada bermanfaat bagi kepentingan dunia dan agamanya.

from :Buku Potret Kehidupan Para Salaf (Edisi Indonesia) Penulis DR. Musthafa Abdul Wahid Penerbit Pustaka At Tibyan (Judul Asli : Haakadzaa.. Tahaddatsas Salaf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: