Bagaimana Aku Menyembunyikanmu ??

Bagaimana Aku Menyembunyikanmu ??

Nasihat nasihat Shahabat Abdullah bin Abbas Radhiyalluhu’Anhu yang agung, ulama umat ini demikian banyak, semoga Allah memberikan manfaat padanya bagi kaum muslimin di setiap generasi. Dan diantara wejangan beliau adalah apa yang beliau paparkan dalam bentuk kisah yang pesan utamanya adalah menjelaskan bahwa seorang yang berdosa, tiada satu kekuatanpun yang dapat melindungi dia dari kemurkaan Allah dan adzabNya, apakah itu di bumi, laut, maupun gunung tiada tempat menyelamatkan diri selain dengan bertaubat dan kembali kepada Allah. Beliau berkata :”Di zaman sebelum kalian, ada seorang laki laki yang beribadah kepada Allah selama 80 tahun, kemudian ia berbuat kesalahan sehingga takut jika dirinya diadzab lalu dia mendatangi lembah dan berkata :”Wahai lembah yang penuh dengan pasir, yang penuh dengan pepohonan, yang penuh dengan hewan, yang banyak memiliki sungai, adakah engkau memiliki tempat untuk menyembunyikanku dari Rabb ku ‘Azza wa jalla ? Dengan izin Allah lembah tersebut menjawab :”Wahai manusia, demi Allah, tidak ada satu tanaman atau pohon sekali pun yang ada padaku kecuali ada malaikat yang ditugaskan di sana, bagaimana bisa aku menyembunyikanmu dari Allah ?”

Kemudian iapun pergi ke laut dan berkata :”Wahai laut yang berlimpah airnya dan banyak ikannya, adakah engkau memiliki tempat untuk menyembunyikanku dari Rabb ku ‘Azza wa jalla ? Dengan izin Allah laut itu pun menjawab :”Wahai manusia, tiada satu kerikil pun atau binatang pun yang ada padaku, kecuali ada malaikat yang ditugaskan di sana, bagaimana bisa aku menyembunyikanmu dari Allah ?”

Lalu ia pergi ke gunung dan berkata :”Wahai gunung yang menjulang ke langit, yang banyak guanya, adakah engkau memiliki tempat untuk menyembunyikanku dari Rabb ku Tabaraka wa Ta’ala?” Maka gunung itu pun menjawab :”Demi Allah, tiada satu kerikil atau gua pun yang ada padaku kecuali ada malaikat yang ditugaskan di sana, lantas dimanakah aku hendak menyembunyikanmu?”

Apa yang dikatakan oleh lembah, laut dan gunung adalah sebuah kenyataan, agar manusia mengerti bahwa tidak ada tempat menyelamatkan diri dari Allah kecuali dengan lari kepadaNya, tiada yang dapat membebaskan diri dari adzabNya kecuali dengan berdiri di pintuNya, serta tunduk kepadaNya, takut akan adzabNya. Akan tetapu manusia terpedaya karena buta mata hatinya, tersesat dalam kegelapan materi, lalai akan tanda tanda kekuasaan Allah dan hikmahNya. Terlintas di benaknya bahwa ia akan mampu melindungi dirinya dari Allah dengan kekuatan kekuatan alam, sedangkan ia lupa bahwa semua kekuatan itu akan tunduk dengan izin Allah dan jika Allah berkehendak bisa saja justru kekuatan itu sebagai alat untuk menghancurkan dirinya, atau sebagai sarana untuk menimpakan adzab terhadapnya. Bisa dibayangkan bagaimanas seandainya lautan ditumpahkan atau gunung diporak porandakan, sedangkan bumi bergoncang? Tentulah timbul kehancuran yang tidak ada tempat menyelamatkan diri darinya, tak seorang pun yang mampu menahannya.

Dan dihadapan kita telah ada peringatan berupa musibah yang menimpa manusia di seluruh belahan dunia dengan dahsyatnya, akan tetapi mereka tiada mengambil hikmah di balik kejadian itu, tidak mau mawas diri kaenanya. Bahkan orang orang ghafil mengistilahkan kejadian tersebut sebagai “bencana alam atau gejala alam”, lalu mereka melihatnya semata mata dengan sebab sebab yang bersifat materi. Setelah reda mereka pun kembali menjalani hidup seperti semula, seakan akan tidak terjadi apa apa atas mereka, dan seakan akan goncangan tak pernah mereka alami.

Kelemahan manusia adalah nyata dan kasat mata, sekalipun dia adalah orang yang menguasai ilmu, sekalipun dia bisa menggunakan sebagian kekuatan alam ini, lihatlah gempa yang menimpa Negara Negara yang dianggap memiliki teknologi dan alat yang memungkinkan untuk mengantisipasi timbulnya bahaya, akan tetapi mereka menyaksikan sendiri setiap saat, di Timur dan di Barat, bahkan bencana alam terjadi dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat dari kekuatan mereka. Mereka pun tidak mengetahui apa yang terjadi di dasar bumi yang di atasnyalah mereka hidup. Mereka tidak pula mengetahui kejadian di langit yang mereka klaim bahwa mereka mampu menjangkau hamper seluruhnya dengan pengetahuan mereka. Maha benar Allah yang berfirman :

“Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu Termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (Al-Isra’ :58)

Dengan ilustrasi alam yang besar pengaruhnya tersebut, Ibnu Abbas Radhiyalluhu’Anhu bermaksud agar kita menyadari hubungan antara manusia dengan alam dan betapa lemahnya kekuatan manusia menghadapi ancaman Allah. Sehingga manusia dapat menahan diri dari tindakan semaunya dan tidak terpedaya dengan kemampuannya, lalu memperlihatkan kecongkakannya, sebagaimana yang difirmankan Allah :

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Al Isra’ : 37)

Lihatlah manusia modern sekarang ini, nampaklah bahwa dengan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, mereka kewalahan menghadapi makhluk bernama “bakteri atau kuman,” sebagai balasan karena mereka meremehkan perintah dan larangan Allah, sebagai buah bergelimangnya dalam pelanggaran hokum Allah dan melakukan berbagai macam tindakan yang menyimpang. Ternyata tiada laboratorium, teknologi canggih atau pun harta melimpah, yang sanggup menghadapi kuman penyakit yang mematikan yang menyerang masyarakat yang maju dan “modern”, yang berkhayal mampu berperang diatas binatang ! Sedangkan ia kewalahan berhadapan dengan virus (HIV) yang kecil yang hanya menimpa orang orang fasik, meski terkadang juga menyakiti siapa saja melalui transfusi darah.

Di manakah orang orang yang masih mampu menjaga iman, mau bertaubat dengan tulus dan kembali kepada Rabbul’alamin ?

from :Buku Potret Kehidupan Para Salaf (Edisi Indonesia) Penulis DR. Musthafa Abdul Wahid Penerbit Pustaka At Tibyan (Judul Asli : Haakadzaa.. Tahaddatsas Salaf)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: