Bersekongkol Dalam Hal Yang Haram

Bersekongkol Dalam Hal Yang Haram

Nasihat nasihat yang disampaikan oleh Al Imam Az Zahid Al Mujahid Sufyan Ats Tsauri mengandung pengaruh khusus, karena muncul dari orang yang memang beramal dan mempraktekkannya, bukan sekedar berfilsafat ataupun bersilat lidah. Di dalamnya ada keikhlasan yang murni, kejernihan shiddiq dan mujahadah.

Beliau menulis surat berisikan nasihat kepada sebagian sahabatnya yang meminta nasihat. Beliau berkata :

”Carilah pendapatan yang halal, berkumpullah bersama orang yang mencari pendapatan yang halal, makanlah dari hasil yang halal dan hendaknya orang yang memberikan saran kepadamu adalah orang yang mencari pendapatan dari yang halal. Ketahuilah wahai saudaraku, tiada seorangpun yang mencegah dirinya dari yang haram melainkan orang yang menyayangi darah dan dagingnya sendiri. Maka jauhilah yang haram, jangan bersahabat dengan orang yang mencari pendapatan dari yang haram, jangan menunjukkan kepada seorangpun pada yang haram, jangan mengantarkan seseorang untuk mengambil yang haram, jangan mewariskan barang yang haram kepada seorang pun, berilah nasihat kepada setiap orang agar tidak mengambil yang haram. Jika kamu melakukan salah satu diantara perkara tersebut, berarti kamu membantu mendapatkan yang haram, sedangkan membantu berarti berserikat dalam yang haram.”

***

Inilah larangan yang telak dari pendapatan yang haram, perintah yang rinci untuk mencari pendapatan yang halal dan bersungguh sungguh di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa para pendahulu kita yang shalih (salafush shalih) amat waspada agar tidak terjerumus pada pendapatan yang haram, baik dengan cara menipu, korup, curang, dusta, mengelabui, mendzalimi dan cara cara haram lainnya. Mereka melihat bahwa penyebab musibah besar yang menimpa masyarakat dan membinasakannya adalah karena masing masing individu mencari pendapatan yang haram, makan dari yang haram dan mewarisi keturunan mereka dengan yang haram pula. Hingga mereka lupa akan kewajibannya mencari pendapatan yang halal dan beramal shalih, lalu menyebarlah kezhaliman dan kesewenang wenangan dan jadilah kemaksiatan, kejahatan dan kerusakan sebagai sarana untuk memperkaya diri.

Dari sini telah diriwayatkan dari Sufyan Rahimahullah bahwa beliau berkata :”Ada dua perkara yang amat langka :Dirham (pendapatan) yang halal dan bersaudara karena Allah.”

Bagaimanakah kiranya jika beliau hidup di zaman kita ini, lalu melihat orang orang materialis yang begitu gencarnya membuka peluang peluang pekerjaan yang tidak sesuai dengan syari’at dan memperbudak manusia, bahkan

kebanyakan manusia berlomba lomba di dalamnya? Bagaimana seandainya Sufyan Rahimahullah melihat tempat yang suka didatangi orang orang yang ingin kaya mendadak. Begitu pula dengan praktek penipuan, korup dan pemerasan yang merampas harta manusia dengan cara yang bathil, terkadang sebagian mereka menampakkan sebagai orang yang bertaqwa, zuhud, dan bermaksud menolong agar orang orang percaya dan menurut.

Berapa banyak masyarakat Islam yang menjadi korban dari pembohong, berapa banyak harta milik orang orang yang bekerja membanting tulang dan milik anak anak yatim telah raib ditangan mereka sehingga menjadi gelandangan yang terlunta lunta? Tak mengherankan jika Sufyan Ats Tsauri memberikan peringatan agar tidak mencari pendapatan yang haram, memakan yang haram, menunjukkan yang haram, mengantarkan kepada yang haram, mewariskan yang haram, sebab jika dia telah membantu dalam hal yang haram, berarti berserikat/bersekongkol dalam hal yang haram.

Berapa banyak kisah yang sampai ke telinga kita tentang orang orang yang saling tolong menolong dan bersekongkol dalam hal yang haram. Sesungguhnya orang yang membantu pada kezhaliman, kerakusan dan permusuhan, akan memikul dosa yang sama dengan yang dibantunya. Maka wajib bagi seorang muslim mengerahkan segala kekuatannya untuk mencegah orang yang mencari pendapatan dari yang haram dan orang yang ingin mencari mangsa dalam masyarakat.

Sesungguhnya mencari pendapatan yang haram berakibat timbulnya kerusakan yang fatal, bukti akan kegagalan dalam membina pribadi dan membangun masyarakat dari sini, maka mencari pendapatan yang baik (halal) adalah perkara yang mendesak demi menanamkan kemurnian iman dan lurusnya arah tujuan.

from :Buku Potret Kehidupan Para Salaf (Edisi Indonesia) Penulis DR. Musthafa Abdul Wahid Penerbit Pustaka At Tibyan (Judul Asli : Haakadzaa.. Tahaddatsas Salaf).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: