Biarlah Saya Yang Mendatangi Rumahnya

Seseorang telah datang pada Al Imam, Al Faqih, Al Muhadist Sufyan Ats Tsaury dan berkata :”Wahai Sufyan Ibnu Sa’id sungguh jikalau kamu menyebarkan ilmu yang engkau miliki saya berharap Allah Subhanahu Wata’aala akan memberi manfaat pada sebagian hambaNya dan anda pun akan mendapatkan pahalanya.”

Maka Sufyan berkata :”Wahai saudaraku, jikalau saya mengetahui bahwa orang menuntut ilmu tersebut benar-benar ingin mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu Wata’aala,biarlah aku yang akan mendatangi rumahnya, aku akan mengajarkan hadits dari apa yang aku miliki dan berharap agar Allah Subhanahu Wata’aala memberikan manfaat dengannya.”

Begitulah ketelitian para ulama dalam meluruskan niat tatkala menuntut ilmu dan memberikan alternatif terbaik untuk mendapatkan ilmu tersebut. Jikalau mereka mengetahui bahwa penuntut ilmu tersebut adalah orang yang memiliki niat yang baik, niscaya mereka akan meluangkan waktu ke rumahnya agar penuntut ilmu tersebut dapat mengambil manfaat dan menghafalkan ulumuddin dan sekaligus menjaga amanahnya.

Masalah demikian itu karena mereka mengetahui bahwa ilmu yang dicari adalah untuk diamalkan bukan untuk mencari kedudukan, tidak pula untuk mencari popularitas di tengah masyarakat, atau menaikkan pangkat, dan bukan pula untuk menumpuk kekayaan. Betapa buruknya keadaan orang yang mencari dunia dengan memperalat agama dan mengambil ilmu yang mulia sebagai sarana untuk maksud yang buruk atau kehormatan yang sesaat.

Dari sini Sufyan bin Uyainah mendefinisikan :”Alim Ulama adalah orang yang berilmu dan mau mengamalkannya.”

Dan beliau berkata :”Jikalau waktu siang hariku dalam keadaan bodoh dan malamku dalam keadaan jahil, lantas apa yang aku perbuat dengan ilmu yang telah aku tulis?”

Keadaan inilah yang terjadi sebelum kaum muslimin memisahkan antara ilmu dan amal dan menjauhkan antara teori dan praktek Ma’rifah (pengetahuan) menurut mereka adalah satu persoalan dan ilmu adalah persoalan yang lain.

Tidak hanya ilmu diniyah bahkan ilmu sosial dan kemasyarakatan, begitu pula kita melihat seorang dokter yang tahu pasti tentang bahaya rokok, namun ia sendiri tidak menahan diri dari merokok bahkan di depan pasien sekalipun !

Anda mendapatkan pula para pakar undang-undang dan hukum dengan enteng menentang dan mengelak dari aturan yang ada di dalamnya, berupaya mencari siasat untuk dapat lepas tanggung jawab.

Yang lebih tragis lagi adalah orang yang menguasai ilmu agama, lalu menasehatkan kepada orang untuk menempuh jalan takwa dan menyeru mereka untuk bermujahadah dan itsar (mementingkan orang lain dalam urusan dunia), lalu menggambarkan kepada manusia bahwa karakter mukhbitin (orang yang taat) dan ahli ibadah adalah :

”Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” Namun ternyata dia adalah orang yang sedikit mengambil bagian dari amal-amal tersebut, berat untuk mengambil bagian yang cukup untuk dirinya.

Sesungguhnya orang yang memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya adalah faktor utama yang menyebabkan masyarakat Islam terbelakang dan lemah.

Orang semacam ini bukanlah pemilik ilmu yang sebenarnya, karena pemilik ilmu yang sebenarnya adalah sebagaimana perkataan Ibnu Uyainah :”Orang yang mengamalkan ilmunya.”

Ilmu dicari bukanlah semata-mata untuk ilmu itu sendiri namun untuk diamalkan. Jika tidak, maka orang yang memiliki ilmu laksana himar yang di punggungnya ada buku-buku. Alangkah buruknya permisalan ini bagi orang yang berakal!.

from :Buku Potret Kehidupan Para Salaf (Edisi Indonesia) Penulis DR. Musthafa Abdul Wahid Penerbit Pustaka At Tibyan (Judul Asli : Haakadzaa.. Tahaddatsas Salaf)

Satu Balasan ke Biarlah Saya Yang Mendatangi Rumahnya

  1. ompiq mengatakan:

    Sekarang ilmu itu mahal….
    apalagi yang formal..hiks

    betul mas…makanya nasehat para salaf kita semoga menyadarkan kita semua bahwa kita tidak hanya dituntut untuk sekedar mencari ilmu…namun lebih bermanfaat untuk mengamalkan ilmu yang kita miliki dan menyebarkannya kepada orang lain..tentunya hanya mengharapkan ridha Allah semata. insya Allah dengan seperti itu ilmu apa saja terasa ringan..ga mahal
    Barakallahu fiika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: