Kecuali Yang Sempurna Akalnya

Para Salafus Shalih terkadang menggunakan sya’ir tatkala memberikan nasihat dan peringatan, agar mudah untuk dihafal dan merasuk ke dalam hati. Diantara mereka adalah Sufyan bin Uyainah Al Faqih Al Muhaddist dan penasihat bagi kaum muslimin, beliau berkata :

”Jika anda dapatkan orang yang menuruti nafsu angkara
Sungguh, saat itulah awal dari kehancurannya
Musuh-musuhpun girang akan kebodohan dirinya
Mendapat peluang mencela saingannya
Tiada mampu manusia keluar dari nafsu angkara
Kecuali mereka yang sempurna akalnya”

Begitulah resep Sufyan Rahimahullah untuk menghindarkan diri dari mengikkuti hawa nafsu. Beliau menjelaskan akibatnya, begitu pahit bagi kehormatan manusia dan kemuliaannya ditengah masyarakat. Menyandang dosa-dosa bagi yang mengikuti hawa nafsu dan lebih mengutamakan daripada ridha penciptanya. Manusia ingin tampil baik di hadapan orang lain, namun profil apakah yang nampak dalam pandangan manusia jika melihat orang yang tenggelam dalam hawa nafsu dan menuruti apapun kemauannya?

Sesungguhnya musuh-musuhnya akan terasa girang, pesaingnya memiliki alasan untuk mencela dan melecehkannya, seakan akan dia serahkan pedangnya kepada musuh-musuh yang akan memeranginnya, ia berikan peluang kepada musuh-musuhnya untuk mencela dan menghinanya. Manusia manakah yang ridha jika dirinya diperlakukan seperti iitu, yang menjadikan dirinya sabagai santapan ucapan yang keji dan sasaran bagi panah-panah musuh?

Orang Arab jahiliyah zaman dahulu, meninggalkan kejahatan dan hawa nafsu dalam rangka menjaga martabat dan mencegah agar mereka tidak dicela, diantara mereka berkata :

“Jika orang tidak meninggalkan makanan yang ia suka
Tidak menahan apa yang menjadi kegemaran hatinya
Akan menuai celaan karenanya
Jika disebut yang semisalnya ramai orang membicarakannya”

Ironisnya, kebanyakan orang menyangka bahwa mereka mampu menyembunyikan sifat busuknya dan menutupi hawa nafsunya, yang dia tampakkan adalah kesungguhan, istiqamah dan takwa. Namun mereka lupa akan keajaiban kuasa Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk membongkar kedoknya di tengah masyarakat kendati ia berupaya untuk menyembunyikannya, sebagaimana yang dikatakan Zuhair :

”Betapapun kau sembunyikan dari manusia, jika Dia membongkarnya akan ketahuan juga.”

Maka barangsiapa yang ingin ditutupi aibnya, terjaga dan jauh dari celaan, tiada jalan melainkan menjauhi haaw nafsu dan menentangnya, mengikuti akal dan mentaatinya, semaksimal mungkin mengerahkan akal sehat dan pikirannya hingga dia menjauhi hawa nafsu dan membentengi diri dari penyerunya, sebagaimana yang dikatakan Sufyan :

“Tiada mampu manusia keluar dari nafsu angkara, kecuali mereka yang sempurna akalnya”

Sufyan Rahimahullah mengambil faedah dari makna yang beliau pahami terhadap sabda khatamun nabiyyin Shalallahu’Alaihi Wa Sallam :

“Orang yang cerdas adalah orang yang mau introspeksi diri dan beramal untuk bekal setelah mati, adapun orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan terhadap Allah” (diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Itulah ujian antara akal dan haa nafsu, antara kewajiban dan kelezatan. Itulah ujian, tidak ada orang yang lulus menempuhnya selain mereka yang memiliki tekad yang bulat, keinginan yang kuat. Mereka sukses mendapatkan nilai baik di dunia, memborong pahala yang agung di akhirat. Mereka orang yang memiliki akal yang sehat.

Yang patut disayangkan dewasa ini, di era kemajuan teknologi yang serba canggih, orang menuruti hawa nafsu, mereka campakkan akal sehatnya, tidak digunakan sesuai dengan tujuan diciptakan, yakni untuk membedakan mana manfaat dan mana madharat, membandingkan mana yang mendatangkan bahagia dan mana yang menyebabkan binasa. Karena pengumbar syahwat tiada kesempurnaan baginya untuk sadar dan menimbang, ia mengalir bersama hawa nafsunya, dia hanguskan bagiannya di dunia dan akhiratnya dan itulah kerugian yang sebenar-benarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: