Bertasbihnya Benda Mati

Dahulu Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan mu’jizat kepada Nabi Dawud ‘Alaihissalam, yaitu saat beliau ‘alaihissalam bertasbih maka dijawab oleh gunung gunung yang kokoh dan burung burung dengan bertasbih kepada Allah subhanahu wa ta’ala bersamanya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Telah kami tundukkan gunung gunung dan burung burung, semua bertasbih bersama Dawud, dan Kami lah yang melakukannya ( Qs. Al Anbiya : 79) “

“Dan Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daqud karunia dari Kami. (Kami berfirman) “Hai gunung gunung dan burung burung, bertasbihlah berulang ulang bersama Dawud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya. (Qs. Saba : 10)”

Mu’jizat agung yang semisalnya, juga Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, dengan bertasbihnya benda mati ketika berada ditelapak tangan beliau, dan bersaksi kepada beliau dengan kenabian dan risalah.

Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu berkata :

“Sungguh dahulu kami mendengar makanan bertasbih dalam keadaan sedang dimakan (HR. Bukhari : 3579)”

Dan Abu Dzar Radhiyallahu’anhu berkata :

“Sesungguhnya aku menyaksikan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam dalam sebuah halaqah; ditangannya ada batu kerikil, lalu batu kerikil itu bertasbih di telapak tangannya. Bersama kami ada Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali Radhiyallahu’anhum, maka orang orang yang berada dalam halaqah semua mendengar tasbihnya. Kemudian (batu itu) diberikan kepada Abu Bakar Radhiyallahu’anhu; lalu batu tersebut bertasbih di telapak tangannya, semua yang berada dalam halaqah mendengar tasbihnya. Kemudian diberikan kepada Umar Radhiyallahu’anhu, lalu bertasbih ditelapak tangannya, semua yang berada dalam halaqah mendengar tasbihnya, Kemudian diberikan kepadad Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu, lalu bertasbih di tangannya. Kemudian diberikan kepada kami, tetapi batu tersebut tidak bertasbih ketika berada di tangan salah seorang dari kami. (HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath 1244, Al Bazzar 4040, Al Haitsami berkata : Hadits ini sanadnya Shahih. Majma’ul Zawaid 5/328, dan di shahihkan oleh Al Albani dalam takhrij kitab As Sunnah 1146).”

Ibnu Katsir Rahimahullah membandingkan antara mu’jizat ini dengan mu’jizat Nabi Dawud ‘Alaihissalam, dengan berkata : “Tidak diragukan lagi bahwa kejadian bertasbihnya batu kerikil yang keras yang tidak mempunyai rongga di dalamnya lebih mengherankan dari pada gunung gunung karena di dalamnya (gunung gunung) terdapat rongga dan gua gua, maka gunung gunung seperti itu bentuknya, biasanya akan menggemakan suara yang tinggi, akan tetapi bukan bertasbih. Maka sesungguhnya hal tersebut (tasbih yang berulang ulang) merupakan mu’jizat Nabi Dawud ‘Alaihissalam. Namun bertasbihnya batu kerikil di telapak tangan Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wassalam, Abu Bakar, Umar, Utsman Radhiyallahu’anhum itu lebih menakjubkan (Al Bidayah Wa Nihayah 6/286).

Sesungguhnya diantara mu’jizat yang agung adalah berbicaranya benda benda mati di kedua telapak tangan Nabi Shalallahu’Alaihi Wassalam, padahal benda benda mati tersebut tidaklah berakal dan bisa berbicara, maka berbicaranya itu merupakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala untuk membenarkan kenabiannya, dan sebuah bukti keridhaan Nya kepada Nabi Nya ( As Sunnah – Agustus 2009)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: