Jika Mereka Tak Mengerjakannya Maka Tiada Manfaat Ikrar Mereka

Amru bin Utsman Ar-Raqqy berkata :”Tatkala aku duduk bersama Sufyan bin Uyainah, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dan berkata :”Wahai Abu Muhammad, bagaimana pendapat anda tentang iman yang dapat bertambah dan berkurang?”

Beliau menjawab :”Iman bertambah sesuai dengan kehendak Allah dan dapat berkurang terus hingga tak tersisa.”

Lalu beliau menyatukan tiga jarinya sedang ibu jari dan telunjuknya membentuk lingkaran.

Laki-laki itu bertanya lagi :”Orang-orang mengatakan bahwa iman adalah ucapan?”

Beliau menjawab :”Perkataan telah mereka ucapkan sebelum diturunkannya hukum-hukum iman dan batasan-batasannya, Allah mengutus Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada manusia agar mereka mengucapkan “la ilaha illalah.” Apabila mereka mengatakannya maka terjagalah darah dan harta mereka melainkan dengan hak Islam, sedangkan hisabnya terserah Allah. Maka tatkala Allah mengetahui ketulusan hati mereka, selanjutnya Allah perintahkan NAbi agar beliau memerintahkan mereka untuk menegakkan shalat, lalu Nabi memerintahkan mereka dan merekapun melaksanakannya. Kalau saja mereka tidak mau mengerjakannya maka tiada manfaat apa yang telah mereka ikrarkan sebelumnya.

Kemudian tatkala Allah mengetahui ketulusan hati mereka, selanjutnya Allah memerintahkan Nabi agar memerintahkan mereka untuk berhijrah ke Madinah, lalu Nabi memerintahkan mereka dan merekapun melaksanakannya. Jika sekiranya mereka tidak melakukannya, maka tiadalah manfaat ikrar dan shalatnya. Kemudian tatkala Allah mengetahui ketulusan hati mereka, maka allah perintahkan kepada Nabi agar memerintahkan mereka kembali ke Mekkah untuk memerangi bapak bapak dan anak anak (yang masih kafir) sehingga mereka mengikrarkan seperti yang mereka ikrarkan, dan bersyahadat sebagaimana mereka telah bersyahadat, lalu Nabi memerintahkan mereka dan merekapun melakukannya, sekiranya saja mereka tidak mau melaksanakannya maka tiada manfaat ikrar yang telah mereka ucapkan, begitu pula dengan shalat dan hijrah yang telah mereka kerjakan.

Ketika Allah mengetahui ketulusan hati mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk thawaf di ka’bah sebagai peribadatan, mencukur rambut dengan tunduk. Kalau saja mereka tidak mau melakukannya maka tidak manfaat ikrar, shalat, hijrah dan kembalinya mereka ke Mekkah. Maka tatkala Allah mengetahui ketulusan hati mereka, maka Allah perintahkan Nabi agar beliau memerintahkan mereka untuk menunaikan zakat baik sedikit maupun banyak. Maka Nabi perintahkan kepada mereka dan merekapun menunaikannya. Kalu saja mereka tidak mau menunaikannya, maka tidak ada manfaatnya ikrar, shalat, hijrah dan kembalinya mereka ke Mekkah, thawafnya atau pun mencukur rambutnya.

Maka tatkala Allah mengetahui bahwa mereka mengikuti apa apa yang difardhukan Allah, maka Allah berfirman : “Katakan kepada mereka “Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat Ku dan telah aku ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al Maidah 3)”

Maka barangsiapa yang meninggalkan hal hal itu karena malas atau bodoh, maka kita memberinya nasehat dan pelajaran dan menurut kami dia berkurang imannya. Dan barangsiapa yang meninggalkan dengan sengaja atau mengingkari kewajibannya, maka di telah keluar dari Islam.

**********

Kisah yang cukup panjang ini diriwayatkan oleh Al Imam Al Muhadist Al Faqih Sufyan bin Uyainah sebagai jawaban yang cukup keras atas perdebatan bathil yang gencar dilakukan oleh orang orang yang mengaku Islam, baik karena warisan, berkembang di lingkungan Islam atau karena namanya berbau Islam, yang kadangkala diantara mereka mengatakan “Telah disebutkan dalam sebuah hadist yang shahih bahwa barangsiapa yang mengucapkan la ilaha illallah maka dia masuk jannah.” Namun mereka melupakan bahwa maksud hadist tersebut adalah bagi yang mengucapkannya dan mengamalkan hak haknya serta konsekuen dengan tuntutan tuntutannya. Adapun seseorang yang mengatakan bahwa manusia dapat masuk jannah sekedar mengucapkan dengan lisannya namun perbuatan dan tingkah lakunya mendustakannya, maka ini aadalah pendapat orang yang bingung, tiada yang berpendapat seperti itu selain akalnya yang terpedaya dan berkhayal sebagaimana yang difirmankan Allah Rabbul’alamin

“Adakah setiap orang dari orang orang kafir itu ingin masuk ke dalam jannah yang penuh kenikmatan, sekali kali tidak…”(Al Ma’arij 38-39)

Sesungguhnya kebanyakan kaum muslimin di zaman ini tidak memiliki ikatan dengan agamanya selain mengucapkan syahadatain, kemudian mereka merasa telah cukup untuk dapat masuk jannah dengan syahadatnya itu, sehingga mereka merasa mendapat kelonggaran untuk meninggalkan shalat, shaum, maupun zakat, mereka malas untuk menunaikan haji ke Baitul Haram padahal mampu, mereka enggan untuk berjihad manakala panggilan jihad syar’i telah datang kepada mereka. Jika mereka berani meninggalkan hal hal yang fardhu tersebut, maka alangkah mudahnya mereka akan terjerumus ke dalam perkara perkara yang dilarang oleh Allah hingga mereka tidak mengharamkan apa yang Allah haramkan. Pada sebagian lingkungan Islam yang telah terwarnai oleh sekulerisme, mereka tidak ingat agama melainkan tatkala menghadiri tempat orang meninggal atau shalat jenazah. Kesadaran untuk mengingat Allah dan kebesarannya hanya muncul manakala berada pada saat kajian agama, setelah selesai maka selesai pula kesadaran terhadap agamanya.

Maka apakah ikrar dua syahadah mereka bermanfaat, sedangkan mereka meninggalkan kewajiban dan akrab dengan apa yang diharamkan dan dengan sengaja meniru golongan ashhabul jahim?? Oleh karena itulah Sufyan bin Uyainah berkata : “Kalau saja mereka tidak mengerjakannya niscaya tidak ada manfaat apa yang telah mereka ikrarkan dan jika mereka meninggalkan dengan sengaja atau mengingkari kewajibannya, maka di telah keluar dari Islam. Wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s