Akhirnya, kebajikan yang kujadikan teman

Hatim Al Asham mengungkapkan : “Aku melihat setiap orang memiliki teman tempat membuka rahasia dan berbagi rasa. Aku bertanya pada diriku sendiri, ‘siapakah temanku? setiap teman dan saudara telah kulihat sebelum mati, aku ingin mencari teman yang akan kubawa sampai sesudah mati, maka aku mengambil kebajikan sebagai teman untuk menemaniku hingga hari kiamat nanti, turut bersamaku meniti Ash Shirath lalu menegakkan tubuhku dihadapan Allah Azza Wa Jalla.

========

Alangkah bagusnya teman yang dipilih oleh Hatim, beliau memandang bahwa semua teman di dunia ini hanyalah teman semasa hidup, semasa kaya dan semasa memiliki kemudahan. Setelah itu, mereka tidak bisa menjadi teman lagi dan tidak diperlukan lagi, bahkan boleh jadi menjadi musuh musuh yang akan menjerumuskannya kepada murka Allah. Sebagian orang mencari teman sebanyak banyaknya dengan anggapan akan berguna buat mereka dan akan dapat menolong mereka, tetapi sebagian besar dari mereka pasti akan berhenti dengan habisnya masa hidup, setelah itu manusia akan kembali sendirian, mempertanggungjawabkan apa yang telah ia perbuat, dihisab terhadap apa yang telah dilakukannya, tiada yang akan menjadi teman yang akan dapat menolongnya. Allah berfirman :

“Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak anaknya, (Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya)” (‘Abasa : 34 -37)

Lihatlah, bahwa saudara, orang tua, istri, anak anak mereka saja berpisah, apalagi teman teman yang dahulunya amat akrab, masing masing kadang akan menjadi musuh bagi yang lainnya du hari kiamat. Mereka saling mencaci dan saling melemparkan tuduhan kepada yang lain, terkecuali orang orang yang bertakwa dan berhati bersih, sebagaimana yang difirmankan Allah :

“Teman teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang orang yang bertaqwa.” (Az Zukhruf : 67)

Atas dasar itulah, Hatim memilih teman yang abadi, yang tidak akan pernah berlari meninggalkannya dan tidak pernah binasa, serta tidak akan pernah berbalik haluan menjadi musuhnya, yang akan senantiasa menemani di alam kuburnya, yang ternyata adalah amal kebajikan. Itulah teman yang selalu memberi manfaat kepada kita sesudah mati sekalipun, yang mengiringi kita wi waktu hisab, dan menolong kita saat meniti Ash Shirath, dan memberi ketetapan hati kepada kita untuk menjawab pertanyaan di hadapan Yang Maha Bijaksana. Itulah teman yang ikhlas dan sejati, manfaatnya abadi dan amat berguna sekali pada situasi apapun baik suka maupun suasana penuh kesulitan pada hari Kiamat nanti.

Allah telah memerintahkan kita untuk bekerja keras melakukan kebajikan dan menggantungkan keselamatan dan kejayaan kita pada amal kebajikan tersebut, sebagaimana firman Nya :

“Dan berbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al Hajj : 77).

Sungguh orang orang yang penuh kehinaan justru membalikkan persoalan yang besar ini, mereka melupakan teman mulia ini, melupakan berbuat kebajikan dan hanya berbuat kejelekan baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain, bahkan menghalangi orang lain berbuat kebajikan. Dia merasa kesepian manakala tidak berkumpul dengan teman temannya yang senantiasa berbuat kejelekan, membincangkan dunia, hatinya sempit manakala tidak bersama orang orang untuk berlomba lomba mengumpulkan dunia dengan berbagai macam cara, yang dia kira akan menjadikannya bekal dan teman dia manakala nafas telah berhenti dan kesendiriannya akan kembali menyelimuti dirinya.

Jika saja kita berteman dengan kebajikan, maka akan mendapatkan kebajikan itu sebagai teman yang berguna didunia dan diakhirat, mensucikan hati dari segala noda dan memelihara dirinya dari godaan syetan. Ia akan merasa senang dan gembira bisa melakukan kebajikan dan bisa menyebarkan rahmat Illahi, mengulurkan tangannya untuk menolong orang orang yang kesusahan. sungguh kebajikan akan menggandeng tangan pelakunya dan menjadi hujjah baginya kala menjawab hisab di padang Mahsyar. Walhamdulillah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: