Mereka Membeli Kesesatan dengan Petunjuk

Renungkanlah wahai Saudaraku…

Bahwasanya begitu banyak ayat –ayat Allah telah menerangkan kepada kita bagaimana Agama ini tegak berdiri di bumi Nya. Dijelaskan pula dalam banyak ayat ayat Nya bahwasanya begitu banyak makar orang yang tidak beriman kepada Nya untuk menghancurkan agama yang lurus ini termasuk orang orang munafik yang banyak di gambarkan Allah dalam kitab Nya. Kita bisa simak ayat ayat Nya berikut yang mungkin bisa dijadikan cerminan bagaimana pemikiran munafik itu telah sedemikian kuatnya menjalar dalam umat ini.

Allah berfirman dalam Al Baqarah :

“Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (Al Baqarah : 8)”

“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (Al Baqarah : 9)”

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah tambah penyakitnya itu; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Al Baqarah : 10)”

Penyakit di sini salah satunya dapat di tafsirkan, dimana dalam hati mereka terdapat keyakinan yang lemah terhadap agama ini, terhadap kebenaran segala berita yang di kabarkan dalam ayat ayat Allah, terhadap seluruh tuntunan Nabi Shallallahu’Alaihi Wassalam. Mereka tidak yakin dengan janji yang Allah kabarkan. Ketidakyakinan mereka dapat saja di tampakkan atau disembunyikan dengan berbagai atribut, dapat dilihat dari begitu tergesa- gesanya mereka menuntut realisasi janji Allah yang telah ditetapkan. Kelemahan keyakinan itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati, kebencian dan keengganan menerima ilmu atau nasehat dari orang – orang yang mengikuti jalanNya yang lurus.

Allah berfirman lagi dalam Al Baqarah :

“Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi “. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (Al Baqarah : 11)”

“Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (Al Baqarah : 12)”

Kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi bisa diartikan benar benar kerusakan dalam arti sebenarnya, namun bisa juga berarti kerusakan dalam agama ini, sehingga agama ini semakin ditentang dan dimusuhi oleh umatnya sendiri. Lihatlah wahai Saudaraku bagaimana orang -orang seperti itu membuat kerusakan dengan keyakinan tinggi dan kesadaran bahwa yang mereka lakukan itu untuk agama ini, untuk menegakkan agama ini, untuk dakwah dan membela agama ini. Mereka menyangka merekalah sebaik baik golongan yang mengadakan perbaikan. Wahai
Saudaraku..cobalah renungkan sendiri, manakah yang lebih besar dampaknya, kerusakan yang dilakukan oleh orang yang merasa benar dan tidak sadar bahwa dia salah ataukah yang dilakukan oleh orang yang sadar bahwa dia salah. Sungguh kerusakan semacam ini lebih dahsyat akibatnya di bandingkan kerusakan yang secara nyata dilakukan oleh orang kafir terhadap agama ini.

Wahai Saudaraku…simak lah pula Ayat-ayat Nya yang lain :

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman.” Mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu. (Al Baqarah : 13)”

Kebiasaan orang-orang mereka adalah memperolok-olok kaum muslim yang berada di jalan yang lurus, mereka menganggap bodoh golongan tersebut, menganggap ketinggalan jaman dan kuno, tidak mengetahui dan tanggap terhadap persoalan dan kebutuhan manusia, mereka menganggap cara beriman mereka lah yang mampu memenangkan umat.

“Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman”. Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: “Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok.” (Al Baqarah : 14)”

Karakter mereka tergambar jelas dalam ayat tersebut di atas. Begitu mudahnya mereka memutarbalikkan perkataan mereka sendiri, begitu tunduknya mereka terhadap syaitan-syaitan mereka yakni para pemimpin mereka. Mereka menganggap bahwa yang dilakukannya hanya sebuah candaan, permainan dan olokan belaka. Mereka tidak sadar bahwa perbuatan mereka akan menjerumuskannya ke dalam kesesatan. Mereka tidak menyadari bahwa Maha Mengetahui segala yang tersembunyi dalam diri dan hati makhluk Nya.

“Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (Al Baqarah : 15)”

Ketahuilah Saudaraku…orang orang tersebut adalah orang-orang yang lebih mencintai dunia daripada akhiratnya. Mereka Menjual agamanya hanya untuk mendapatkan nikmatnya dunia. Alasan menegakkan agama ini di bumi hanya semata mata untuk mengelabui umat, memperindah tampilan mereka, sehingga terlihat samar bahwa mereka lah orang orang yang bersemangat dalam agama ini.

“Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (Al Baqarah : 16)”

“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (Al Baqarah : 17)”

Sungguh Orang-orang tersebut itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah dan Rasul Nya, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka.

Aku berlindung kepada Allah dari sifat sifat golongan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: