Karena itulah aku takut menerima hadiahmu

Seorang Tabi’in yang agung bernama Sufyan Ats-Tsaury Rahimahullah adalah imam ahli fikih dan ahli hadist dan memiliki karakter paling utama yakni sifat wara’, zuhud, selalu introspeksi diri, menjauhkan dari syubhat dan mendahulukan keridhaan Allah Subhanahu wa ta’ala daripada keridhaan manusia.

Telah disebutkan kisah tentang beliau, bahwa ada seseorang mengikuti Sufyan Ats-Tsaury Rahimahullah serta melihat dengan dekat apa yang ia lakukan. Dia melihat Beliau mengeluarkan papan kecil dan melihatya kemudian ia melipat lagi. Hal itu beliau lakukan sewaktu waktu. Orang tersebut berkata :”Aku betul betul takjub dengan apa yang dibaca Sufyan dan dilipat lagi itu. Maka aku berusaha untuk mengetahui apa yang tertulis di papan tersebut. Hingga pada suatu ketika papan tersebut ada ditanganku ternyata yang tertulis adalah “Wahai sufyan, ingatlah kamu tatkala di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala.”

Walau telah memiliki sifat wara’ dan rasa takut kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, Sufyan Ats-Tsaury Rahimahullah membutuhkan sesuatu untuk mengingatkan dirinya tatkala ia lalai, lupa atau khawatir terjerumus ke dalam kejahatan agar dia segera ingat bahwa nanti akan dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk dimintai tanggung jawab. Tiada batas antara dirinya dengan Allah Subhanahu wa ta’ala dan tiada pula perantara sebagaimana disebutkan dalam hadist Asy Syarif.

Beliau selalu makan yang halal, makan dari hasil usaha dagangannya dan menunaikan hak Allah Subhanahu wa ta’ala di dalamnya. Beliau tidak pernah mengajarkan ilmu dan hadist sebagai sarana untuk mendapatkan kenikmatan dunia, apalagi menggunakan ilmunya untuk mendapatkan simpati manusia guna memperoleh kedudukan.

Suatu hari ada seseorang datang kepada beliau dengan membawa hadiah, yakni baju yang amat bagus dan ia berharap agar beliau mau menerima hadiah itu. Tetapi Beliau meminta maaf kaena tidak dapat menerimanya, lalu orang tersebut berkata :”Apakah anda mengira bahwa saya adalah salah satu muridmu sehingga anda enggan menerima hadiah ini?” maka Beliau menjawab :”Saya tahu bahwa anda bukanlah termasuk orang yang mendengar hadist hadist dariku, akan tetapi saya tahu bahwa anda adalah salah satu kerabat dari murid yang mendengar hadist hadist dariku, oleh karena itu aku takut menerima hadiah darimu lalu hatiku luluh dan memperlakukan saudaramu melebihi perlakukanku terhadap yang lainnya.

Begitulah, Al Imam Rahimahullah khawatir jika hatinya akan luluh dan mengistimewakan seorang muridnya dari teman temannya semata mata karena hadiah yang diberikan saudaranya kepada beliau. Belaiu melihat luluhnya hati karena hadiah tersebut akan membawa sifat tidak adil, pilih kasih dan mengurangi nilai keadilan yang telah ditetapkan pada aturan Islam.

Luluhnya hati yang menyebabkan perhatian kepada salah seorang murid lebih banyak dari pada yang lain dihindari oleh Sufyan Ats-Tsaury Rahimahullah, apalagi terhadap perkara lainnya yang bersifat keduniaan.

Oleh karena itulah, masyarakat Islam pada abad yang utama tersebut mendapatkan kewibawaan, memiliki kekuatan dan di segani orang orang sekitarnya. Masyarakat yang memliki i’tikad baik yang menginginkan kebaikan semuanya, berusaha memelihara dan menjaga dari hal-hal yang membahayakan mereka terutama membahayakan akhirat mereka.

Seorang hakim menginginkan keadilan dalam mengadili dua pihak yang berselisih, sampai mereka berdua menampakkan wajah yang bersahabat, berbicara dengan baik serta duduk bersama dalam majelis. Seorang pengajar menginginkan dapat berlaku adil dan rata dalam memberikan hak murid muridnya, tidak membedakan satu sama lainnya kecuali karena kesungguhan dan bagusnya pemahaman. Seorang pejabat pemerintah berlaku adil dan melayani masyarakat tanpa membedakan statusnya dengan senantiasa ikhlas tanpa mengharapkan hadiah/gratifikasi.

Dari sinilah ilmu akan membuatkan hasil yang mendatangkan faedah membangun masa depan cerah yang menerangi dunia seluruhnya. Inilah yang dicontohkan oleh Imam ini tatkala beliau menolak hadiah karena takut kehilangan sifat adil dalam bermu’amalah dengan murid muridnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: